LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA
INSTANSI PEMERINTAH
TAHUN 2018
PEMERINTAH KABUPATEN PURWAKARTA
DINAS PANGAN DAN PERTANIAN
Jalan Surawinata No.30 Telp./Fax. (0264) 200069

RINGKASAN EKSEKUTIF

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah merupakan suatu wujud
pertanggungjawaban instansi pemerintah mengenai tingkat keberhasilan pelaksanaan visi
dan misi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan secara periodik.
Untuk menilai tingkat keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan dalam
mencapai sasaran dilakukan melalui pengukuran kinerja pencapaian sasaran, evaluasi
dan analisa akuntabilitas kinerja.
Pada Tahun 2018 berdasarkan Penetapan Kinerja Dinas Pangan dan Pertanian
Kabupaten Purwakarta terdapat 9 Sasaran Strategis dengan 31 Indikator Kinerja. Hasil
evaluasi menunjukkan bahwa terdapat 22 indikator kinerja yang sudah mencapai target
Tahun 2018. Sedangkan pencapaian target akhir Renstra juga sebanyak 23 Indikator
sudah mencapai target.
Pencapaian kinerja sebagaimana tersebut diatas adalah wujud nyata
pertanggungjawaban dinas dalam pencapaian visi dan misi serta tujuan dan sasaran
dinas yang secara bertahap tertuang dalam Rencana Strategis (RENSTRA) Tahun 2017 –
2018.

 

KATA PENGANTAR

Laporan Akuntabilitas Kinerja ini merupakan perwujudan pertanggungjawaban atas
pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta pengelolaan berbagai sumberdaya dan
aplikasi kebijakan yang diamanatkan kepada Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten
Purwakarta.
Laporan Akuntabilitas Kinerja ini memaparkan mengenai pencapaian kinerja selama
satu tahun berdasarkan rencana atau target kinerja. Kinerja tersebut merupakan hasil
pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan bidang pangan dan pertanian.
Pengukuran dan evaluasi kinerja dilakukan untuk mengetahui seberapa besar target
kinerja yang dapat dicapai, serta hal-hal yang harus diperhatikan dan diperbaiki untuk
perbaikan atau peningkatan kinerja pada masa yang akan datang.
Demikian, semoga Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Pangan dan Pertanian
Kabupaten Purwakarta bermanfaat dan dapat dipergunakan sebagai bahan evaluasi
selanjutnya

Purwakarta,    Desember 2018
KEPALA DINAS PANGAN DAN PERTANIAN
KABUPATEN PURWAKARTA

 

Ir. H. AGUS R. SUHERLAN,MM
NIP. 19610612 198603 1 016

DAFTAR ISI

Halaman
RINGKASAN EKSEKUTIF ……………………………………………………………. i
KATA PENGANTAR …………………………………………………………………… ii
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………. iii
DAFTAR TABEL ……………………………………………………………………….. v
DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………………………………….. vi
BAB I : PENDAHULUAN ………………………………………………………………. 1
1.1. Latar Belakang …………………………………………………………. 1
1.2. Dasar Hukum ……………………………………………………………. 3
1.3. Kewenangan Pemerintah Daerah ……………………………………. 4
1.4. Aspek Strategis……………………………………………………………………. 4
1.4.1 Luas Lahan Pertanian…………………………………………………… 4
1.4.2 Komoditas Strategi dan Unggulan…………………………………… 5
1.4.3 Sumberdaya Manusia …………………………………………………… 6
1.4.4 Keadaan Iklim/Cuaca……………………………………………………. 8
1.4.5 Perkembangan Teknologi Pertanian ……………………………….. 8
1.5 Struktur Organisasi ………………………………………………………………. 9
1.5.1 Struktur Organisasi . …………………………………………………….. 9
1.5.2 Sumberdaya Manusia . …………………………………………………. 10
iv
1.5.3 Tugas dan Fungsi .. ……………………………………………………… 11
BAB II : PERENCANAAN KINERJA ……………………………………………………………. 13
2.1. Visi dan Misi ……………………………………………………………………… 14
2.2. Strategi dan Arahan Kebijakan Pembangunan………………………….. 16
2.3. Prioritas Daerah …………………………………………………………………… 17
2.4. Perjanjian Kinerja Dinas Pangan dan Pertanian Tahun 2018 ………… 20
BAB III : AKUNTABILITAS KINERJA …………………………………………………………….. 27
3.1. Capaian Kinerja Organisasi……………………………………………………. 27
3.1.1 Ringkasan Kinerja Sasaran……………………………………………. 27
3.1.2 Analisa Kinerja……………………………………………………… ……… 29
3.1.2.1 Capaian Kinerja Misi I …………………………… …………. 29
3.1.2.2 Capaian Kinerja Misi II ………………………………………. 33
3.1.2.3 Capaian Kinerja Misi III ……………………………………… 44
3.2. Informasi Keuangan Terkait Pencapaian Kinerja…………………… 51
3.2.1 Anggaran dan Realisasi Anggaran…………………………. …. 51
3.2.2 Pendapatan ……………………………………………………………….. 52
3.3.3 Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Pangan dan Pertanian 52
BAB IV : P E N U T U P …………………………………………………………………. 57

BAB I

PENDAHULUAN

 

  • Latar Belakang

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah maka penyelenggaraan pemerintahan daerah dilakukan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat, serta peningkatan daya saing daerah. Efisiensi dan efektivitas menjadi sangat penting dalam  mengelola potensi dan keanekaragaman daerah, memanfaatkan peluang dan tantangan untuk mengoptimalkan pembangunan daerah.

Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta adalah perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan pangan (urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar) dan urusan pertanian (urusan pemerintahan pilihan). Program dan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun diarahkan untuk mencapai sasaran-sasaran pembangunan bidang pangan dan pertanian yang sudah ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Purwakarta.

Dalam penyelenggaraannya, Dinas Pangan dan Pertanian menjunjung pelaksanaan pembangunan pangan dan pertanian secara baik dan bersih sejalan dengan Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN.  Salah satu asas umum penyelenggaraan negara adalah asas akuntabilitas yang menjelaskan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhirnya harus dapat dipertanggungjawabkan. Akuntabilits merupakan suatu perwujudan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Seiring dengan amanat Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999, Pemerintah mengeluarkan Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang mewajibkan kepada setiap instansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara negara mulai dari Pejabat Eselon II ke atas untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, serta kewenangan pengelolaan sumberdaya dan kebijaksanaan yang dipercayakan kepadanya berdasarkan rencana strategis yang telah dirumuskan sebelumnya.

Dalam rangka pelaksanaan Inpres Nomor 7 Tahun 1999, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengeluarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Dengan adanya Permenpan ini maka setiap instansi pemerintah diwajibkan menyusun dokumen Penetapan Kinerja (Tapkin) yang merupakan pernyataan atau perjanjian kinerja untuk mewujudkan target kinerja tertentu. Kemudian pada akhir tahun disusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) sebagai perwujudan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta pengelolaan sumberdaya dan kebijaksanaan yang dipercayakan kepada instansi pemerintah, yang berisi pencapaian target kinerja sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Tapkin.

Dalam rangka pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab, serta untuk pelaporan pencapaian kinerja yang telah ditetapkan, yang sejalan dengan prinsip tata pemerintahan yang baik, maka Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2018 sebagai pertanggungjawaban dan pengukuran kinerja pembangunan yang telah dilaksanakan pada tahun 2018.

  • Dasar Hukum

Peraturan perundang-undangan yang menjadi landasan hukum penyusunan LAKIP Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta  Tahun 2018 adalah sebagai berikut ;

  1. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi Kolusi dan Nepotisme
  2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Perencanaan Pembangunan Nasional.
  3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah.
  4. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
  5. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
  6. Peraturan Daerah Kabupaten Purwakarta Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Purwakarta;
  7. Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 148 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Perangkat Daerah.
  8. Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 175 Tahun 2016 tentang Perincian Tugas dan Fungsi Dinas Pangan dan Pertanian.
  9. Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 134 Tahun 2017 tentang Revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Purwakarta Tahun 2013-2018.
    • Kewenangan Pemerintah Daerah

Penyelenggaraan kewenangan pemerintahan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta didasarkan kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu berdasarkan Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. Urusan pemerintahan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten merupakan urusan pemerintahan konkuren.

Urusan pemerintahan konkuren adalah urusan pemerintahan yang dibagi antara Pemerintah Pusat dan Daerah provinsi dan Daerah kabupaten/kota. Urusan pemerintahan konkuren yang diserahkan ke Daerah menjadi dasar pelaksanaan Otonomi Daerah. Urusan pemerintahan konkuren terdiri atas urusan wajib dan urusan pilihan. Urusan wajib terdiri atas Urusan Pemerintahan yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar dan Urusan Pemerintahan yang tidak berkaitan dengan Pelayanan Dasar.

Dinas Pangan dan Pertanian melaksanakan Urusan Pemerintahan Wajib yang tidak berkaitan dengan Pelayanan Dasar yaitu urusan pangan. Dan juga melaksanakan urusan pilihan yaitu pertanian;

 

  • Aspek Strategis
    • Luas Lahan Pertanian

Luas penggunaan lahan pertanian terbagi menjadi 2 (dua) yaitu lahan pertanian sawah dan bukan sawah. Luas penggunaan lahan sawah di Kabupaten Purwakarta pada Tahun 2018 adalah 18.071 Ha atau 18,59 % dari luas wilayah Kabupaten Purwakarta yang seluas 97.172 Ha, sedangkan luas lahan pertanian bukan sawah adalah 55.421 Ha atau 57,03 % dari luas wilayah Kabupaten Purwakarta. Luas penggunaan lahan pertanian dapat berubah setiap tahun tergantung luasan lahan yang digunakan untuk budidaya pertanian.

Luas lahan pertanian ini tersebar di 17 (tujuh belas) kecamatan yang ada dalam wilayah Kabupaten Purwakarta. Lahan sawah terdiri dari sawah irigasi dan sawah tadah hujan. Lahan bukan sawah meliputi tegal kebun, ladang/huma, perkebunan, hutan rakyat, padang rumput, pekarangan dan lainnya.

Lahan sawah sebagian besar dimanfaatkan untuk penanaman padi dan beberapa komoditas palawija sebagai selingan. Pada lahan sawah yang tercukupi kebutuhan airnya sepanjang tahun, penanaman bisa dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali. Adapun sawah tadah hujan biasanya hanya dapat dimanfaatkan 1 (satu) kali penanaman padi dalam setahun.

Lahan pertanian bukan sawah biasanya berupa tanah darat yang biasanya dimanfaatkan untuk penanaman padi gogo, beberapa komoditas palawija dan tanaman tahunan seperti tanaman kayu-kayuan dan buah-buahan.

1.4.2    Komoditas Strategis dan Unggulan

Komoditas pertanian yang menjadi perhatian utama dan bernilai strategis baik di tingkat daerah dan nasional adalah padi, hal ini disebabkan padi merupakan sumber pangan utama sebagian besar penduduk Indonesia. Padi di Kabupaten Purwakarta dihasilkan di seluruh kecamatan dengan jumlah produksi beragam tergantung luas lahan sawah yang ada di kecamatan tersebut. Pada tahun 2018 produksi padi di Kabupaten Purwakarta mencapai 265.699,71 ton Gabah Kering Panen.

Buah manggis merupakan komoditas pertanian unggulan Kabupaten Purwakarta. Manggis di Purwakarta banyak terdapat di daerah dataran tinggi tersebar di wilayah Kecamatan Wanayasa, Kiarapedes, Bojong dan Darangdan. Buah manggis ini di pasaran lebih dikenal dengan Manggis Wanayasa, banyak disukai oleh konsumen baik dalam dan luar negeri karena bentuknya yang bulat, kulit berwarna ungu bersih dan halus, ukurannya tidak terlalu besar umumnya berdiameter 4 sampai 7 Cm, tangkai dan kelopak berwarna hijau segar serta buahnya yang berwarna putih bersih dan rasanya yang manis segar. Pada tahun 2018 produksi manggis di Kabupaten Purwakarta mencapai 41.002 Kuintal. Panen buah manggis secara besar biasanya pada sekitar bulan Januari sampai dengan bulan Maret.

Di sektor perkebunan komoditas yang banyak diusahakan oleh petani antara lain teh, cengkeh dan pala. Ketiga komoditas ini banyak ditemukan di daerah-daerah dataran tinggi Kabupaten Purwakarta seperti di Kecamatan Wanayasa, Kiarapedes, Darangdan dan Bojong. Produksi komoditas-komoditas ini berperan dalam mendukung pencapaian total produksi komoitas perkebunan, serta penunjang sumber pendapatan petani. Pencapaian produksi pada tahun 2018 komoditas teh sebanyak 5.862,93 ton, cengkeh sebanyak 485,56 ton, dan pala sebanyak 46,78 ton.

1.4.3. Sumberdaya Manusia

Pembangunan pertanian tidak dapat terlepas dari peran serta petani sebagai pelaksana atau pengelola usaha budidaya pertanian. Keberhasilan  pembangunan pertanian yang diantaranya diukur dengan tingkat pencapaian produksi dapat dipengaruhi oleh tingkat pengelolaan usaha tani yang dilakukan oleh petani. Petani-petani dalam satu wilayah/desa biasanya bergabung dengan membentuk suatu wadah kelompok tani, di Kabupaten Purwakarta pada tahun 2018 terdapat kelompok tani sebanyak 773 kelompok tani.

Sensus pertanian yang dilaksanakan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) setiap 10 tahun sekali menunjukkan adanya penurunan jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian di Kabupaten Purwakarta yaitu dari 103.730 rumah tangga  pada tahun 2003 menjadi 73.115 rumah tangga di tahun 2013, yang berarti terjadi rata-rata penurunan sebesar 2,95 persen per tahun.  Berdasarkan kelompok umurnya sebanyak 308 berada pada kelompok umur 15-24 tahun, sebanyak 6.225 pada kelompok umur 25-34 tahun, sebanyak 17.896 pada kelompok umur 35-44 tahun, sebanyak 20.863 pada kelompok umur 45-54 tahun, sebanyak 16.113 pada kelompok umur 55-64 tahun, dan sebanyak 11.710 berada pada kelompok umur di atas 65 tahun.

Untuk menyampaikan berbagai informasi teknologi dan pengetahuan bidang pertanian kepada petani dibutuhkan tenaga penyuluh lapangan, yang terdiri dari Penyuluh Pertanian. Pada tahun 2018 jumlah Penyuluh Pertanian sebanyak 29 orang, dengan demikian di satu kecamatan terdiri dari 1 sampai 2 orang Penyuluh Pertanian PNS. Selain itu pada Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta juga terdapat Tenaga Harian Lepas (THL) yang membantu dalam penyuluhan pertanian, yaitu THL TBPP sebanyak 29 orang dan THL P2BN sebanyak 23 orang.

  • Keadaan Iklim/Cuaca

Salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada kegiatan usaha budi daya pertanian adalah keadaan iklim/cuaca, yang sangat terkait dengan ketersediaan sumber air untuk pertanian. Keadaan iklim/cuaca yang sangat ekstrim seperti tingkat kemarau atau penghujan yang sangat tinggi tidak baik untuk pertumbuhan komoditas pertanian dan dapat memacu perkembangan berbagai organisme pengganggu tanaman, sehingga berpengaruh terhadap tingkat pencapaian produksi pada akhir tahun.

Keadaan iklim/cuaca pada tahun 2018 relatif normal walaupun lebih cenderung kering, akan tetapi kebutuhan air untuk pertanian masih dapat dipenuhi.

  • Perkembangan Teknologi Pertanian

Seiring dengan keterbatasan jumlah/luas lahan pertanian yang ada saat ini, yang cenderung mengalami penurunan akibat alih fungsi lahan ke peruntukan lain baik industri, pemukiman, infrastruktur jalan maupun perdagangan, sehingga pengembangan teknologi pertanian diarahkan kepada upaya peningkatan produktivitas yaitu dengan meningkatkan produksi komoditas pertanian per satuan hektar luas lahan, serta teknologi yang dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

Teknologi yang dikembangkan diantaranya meliputi teknologi budi daya, teknologi pengendalian organisme pengganggu tanaman dan teknologi pasca panen. Teknologi-teknologi tersebut dikembangkan oleh badan-badan penelitian  dan pengembangan pemerintah, yang kemudian disebarluaskan sehingga dapat sampai kepada petani di daerah. Peranan  dinas di kabupaten dan penyuluh lapangan di kecamatan sangat penting dalam upaya penyebarluasan teknologi ini.

  • Struktur Organisasi

1.5.1 Struktur Organisasi

Pembentukan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta didasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Purwakarta Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Purwakarta. Susunan Organisasi Dinas terdiri dari :

  1. Kepala Dinas
  2. Sekretariat, terdiri dari ;
    • Subbagian Perencanaan dan Pelaporan
    • Subbagian Keuangan
    • Subbagian Kepegawaian dan Umum
  3. Bidang Sumber Daya Pertanian, terdiri dari :
    • Seksi Sarana dan Prasarana
    • Seksi Penyuluhan
    • Seksi Pengembangan Lahan dan Air
  4. Bidang Tanaman Pangan, terdiri dari :
    • Seksi Budidaya Tanaman Serealia
    • Seksi Budidaya Tanaman Aneka Kacang Dan Umbi
    • Seksi Pasca Panen Tanaman Pangan
  5. Bidang Perkebunan dan Hortikultura, terdiri dari :
    • Seksi Budidaya Tanaman Hortikultura
    • Seksi Produksi Dan Sumberdaya Perkebunan
    • Seksi Pengembangan,Pengendalian Dan Usaha Perkebunan
  1. Bidang Ketahanan Pangan, terdiri dari :
    • Seksi Ketersediaan Dan Distribusi Pangan
    • Seksi Harga Dan Kerawanan Pangan
    • Seksi Konsumsi, Penganekaragaman, Dan Keamanan Pangan
  2. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), terdiri dari :
    • UPTD Alat Dan Mesin, Bina Usaha Dan Pembiayaan
    • UPTD Perbenihan
    • UPTD Perlindungan Tanaman
    • UPTD Cadangan Pangan Pemerintah Daerah

Gambar 1. Bagan Organisasi Dinas Pangan dan Pertanian

1.5.2 Sumber Daya Manusia

Jumlah sumber daya manusia pada Dinas Pangan dan Pertanian pada tahun 2018 sebanyak  96 orang pegawai, terdiri dari 81 orang PNS dan 15 orang PTT Kabupaten. Dalam pelaksanaan penyuluhan, Kabupaten Purwakarta mendapat bantuan Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantú Penyuluh Pertanian dari Kementerian Pertanian dan Propinsi Jawa Barat sebanyak 52 Orang  (29 orang THL-TBPP (Kementan) dan  23 Orang THL TBPP Daerah).

Penggolongan PNS menurut golongan pegawai terdiri dari golongan IV sebanyak 11 orang, golongan III sebanyak  42 orang, golongan II sebanyak 27 orang, golongan I sebanyak 1 orang. Berdasarkan jabatannya, pegawai terdiri dari pejabat struktural sebanyak 27 orang, fungsional penyuluh pertanian sebanyak 29 orang dan fungsional umum / pelaksana  26 orang.

Dari seluruh pegawai PNS, klasifikasi menurut tingkat pendidikan pegawai terdiri dari SMP sebanyak 1 orang, SMA sebanyak 28 orang, D3 sebanyak 8 orang, S1 sebanyak 33 orang, S2 sebanyak 10 orang, dan S3 sebanyak 1 orang.

  • Tugas dan Fungsi

Tugas dan fungsi dinas diatur dalam Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 175 Tahun 2016 tentang Perincian Tugas Dan Fungsi Dinas Pangan Dan Pertanian.

  1. Tugas

Dinas Pangan dan Pertanian mempunyai tugas membantu Bupati melaksanakan Urusan Pemerintahan  bidang pangan dan pertanian yang menjadi kewenangan Daerah, dan tugas pembantuan yang diberikan kepada Daerah.

  1. Fungsi
  2. perumusan kebijakan, program, dan kegiatan Urusan Pemerintahan bidang pangan dan pertanian
  3. pelaksanaan kebijakan, program dan kegiatan Urusan Pemerintahan bidang pangan dan pertanian
  4. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan Urusan Pemerintahan bidang pertanian dan pangan
  5. pelaksanaan administrasi Urusan Pemerintahan bidang pangan dan pertanian;
  6. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

 

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

 

Perencanaan kinerja OPD tertuang dalam Rencana Strategis Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta dan disusun untuk periode tahun 2017 – 2018. Renstra ini merupakan renstra transisi karena penyusunan Renstra OPD menyesuaikan dengan perubahan dokumen perencanaan kabupaten yaitu RPJMD Revisi. Revisi RPJMD dilakukan karena terdapat perubahan urusan kewenangan Pemerintah Daerah. Perubahan ini merupakan hasil implementasi UU No. 23 Tahun 2016.  Renstra adalah pedoman dan acuan dalam pelaksanaan pembangunan, memuat visi dan misi, tujuan dan sasaran yang ingin dicapai, serta kebijakan dan program untuk mencapai tujuan dan sasaran.

Rencana program, kegiatan serta sasaran yang ingin dicapai dalam Rencana Strategis dijabarkan untuk periode satu tahun dalam Rencana Kerja, kemudian Rencana Kerja ini menjadi acuan dalam merumuskan Penetapan Kinerja dengan mempertimbangkan program dan kegiatan yang dilaksanakan pada tahun bersangkutan. Penetapan Kinerja inilah yang menjadi dasar dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Sebagai bentuk komitmen kepala OPD dalam mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, maka setiap kepala OPD membuat perjanjian kinerja.  Perjanjian Kinerja ini merupakan pernyataan kesepakatan dari Kepala kepada Bupati Purwakarta untuk menetapkan dan mencapai kinerja pada tahun berjalan  sesuai dengan bidang tugas, kewenangan, tugas pokok dan fungsinya.  Perjanjian kinerja Dinas Pangan dan Pertanian Tahun 2018 telah dirumuskan dalam Penetapan Kinerja Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta Tahun 2018, yang menguraikan sasaran yang hendak dicapai oleh Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta dengan indikator kinerja sebagaimana yang telah direncanakan atau ditetapkan dalam Rencana Strategis Dinas Tahun 2017-2018.

Indikator kinerja dalam Penetapan Kinerja Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta secara garis besar meliputi dua kewenangan yaitu urusan pangan dan urusan pertanian.

 

  • Visi dan Misi

Visi Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta yang ditetapkan untuk periode tahun 2017-2018 adalah : “MEMANTAPKAN  KETAHANAN  PANGAN MELALUI  PEMANFAATAN SUMBER  DAYA  PERTANIAN  BERKELANJUTAN”.

Penjabaran dan penjelasan makna dari pokok-pokok visi Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta adalah sebagai berikut :

Tabel 1. Penjelasan Visi Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten  Purwakarta

Visi

Pokok-Pokok Visi

Penjelasan Visi

Memantapkan  ketahanan  pangan melalui  pemanfaatan sumber  daya  pertanian  berkelanjutan

Memantapkan

Pihak yang mendorong dan bersama-sama pihak lain memantapkan pembangunan sektor pangan  

 

Ketahanan Pangan

Komponen yang menyediakan pangan yang berasal dari nabati maupun hewani termasuk penganekaragaman, ketersediaan,distribusi, keamanan,kerawanan pangan dan cadangan pangan bagi kebutuhan hidup manusia

 

Pemanfaatan

Proses melakukan kegiatan tertentu dengan menggunakan sumber daya dan tenaga

 

Sumberdaya

Komponen dari ekosistem yang menyediakan barang dan jasa yang bermanfaat bagi kebutuhan manusia

 

Pertanian

Seluruh kegiatan yang meliputi usaha hulu, usaha tani, agroindustri, pemasaran dan jasa penunjang pengelolaan sumber daya alam hayati dalam agro ekosistem yang sesuai dan berkelanjutan, dengan bantuan teknologi, modal, tenaga kerja dan manajemen untuk mendapatkan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat

 

Berkelanjutan

Dapat berlangsung secara terus menerus dan tidak mengalami kepunahan

Untuk dapat mewujudkan visi maka ditetapkan misi Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta. Misi sebagai penjabaran visi, diperlukan untuk mengarahkan perencanaan dan pelaksanaan setiap upaya Dinas dalam melaksanakan pembangunan pangan dan pertanian. Maka misi Dinas Pangan dan Pertanian adalah :

  1. Meningkatkan kualitas, ketersediaan dan konsumsi pangan masyarakat.
  2. Meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu produk pertanian.
  3. Mewujudkan kesejahteraan petani.

Penjelasan makna dari masing-masing misi dapat dilihat pada tabel berikut.  

Tabel 2.  Penjelasan Misi Dinas Pangan dan Pertanian  Kabupaten  Purwakarta

Pokok-Pokok Misi

Misi

Penjelasan Misi

Kualitas, ketersediaan dan konsumsi pangan masyarakat

Misi 1 :

Meningkatkan kualitas, ketersediaan dan konsumsi pangan  masyarakat

Meningkatnya kualitas dan ketersediaan bahan pangan baik nabati maupun hewani untuk konsumsi masyarakat

Produksi, produktivitas dan mutu produk

Misi 2 :

Meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu produk pertanian

Meningkatnya produksi komoditas pertanian melalui peningkatan produktivitas, serta meningkatnya mutu produk hasil pertanian

Kesejahteraan petani

Misi 3 :

Mewujudkan kesejahteraan petani

Dinas menjadi fasilitator bagi petani dalam melakukan seluruh aspek usaha tani sehingga petani menjadi sejahtera

  • Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan

Strategi adalah serangkaian langkah-langkah yang memuat program-program indikatif yang bertujuan mewujudkan visi dan misi, baik secara langsung maupun tidak langsung merupakan langkah strategis dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran RPJMDD. Rumusan strategi berupa pernyataan yang menjelaskan bagaimana tujuan dan sasaran akan dicapai, yang sesuai dengan serangkaian arah kebijakan. Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Purwakarta tahun 2018 sesuai dengan yang tercantum di dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Revisi Kabupaten Purwakarta. Strategi dan arah kebijakan Pemerintah Daerah menjadi acuan seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan visi dan misinya.

Strategi yang dijalankan Dinas Pangan dan Pertanian sesuai dengan yang tercantum dalam Strategi Misi Kesatu RPJMD Kabupaten Purwakarta yaitu terdiri dari :

  1. Meningkatkan Ketersediaan Pangan Masyarakat
  2. Meningkatkan Produktivitas Komoditas Pertanian dan Perkebunan

Arah kebijakan adalah pedoman untuk mengarahkan rumusan strategi yang dipilih agar lebih terarah dalam mencapai tujuan dan sasaran selama 5 (lima) tahun. Dengan arah kebijakan, perencanaan pembangunan pangan dan pertanian diharapkan lebih efisien dan efektif. Arah kebijakan pangan dan pertanian menurut dokumen RPJMD adalah :

  1. Meningkatkan ketersediaan, akses dan penganekaragaman pangan masyarakat.
  2. Mengoptimalkan sarana produksi dan penerapan teknologi pertanian dan perkebunan.

2.3     Prioritas Daerah

Dengan memperhatikan permasalahan dan isu strategis daerah, penyusunan prioritas pembangunan perlu dilakukan mengingat upaya mengatasi permasalahan pembangunan daerah berdasarkan masing-masing isu strategis tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya antara lain karena kendala keterbatasan anggaran pembangunan, waktu dan sumberdaya manusia. Untuk itu prioritas pembangunan harus merupakan upaya terpilih yang diproyeksikan dapat mengatasi permasalahan pada masing-masing isu secara optimal pada tahun 2018.

Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, maka prioritas pembangunan Kabupaten Purwakarta Tahun 2013-2018 sebagaimana terdapat dalam dokumen RPJMD Kabupaten Purwakarta dirumuskan dalam “9 TANGGA CINTA PURWAKARTA ISTIMEWA” yang terdiri dari :

  1. Peningkatan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah melalui bantuan pembangunan rumah tidak layak huni, pemberian bantuan modal peternakan / modal usaha.
  2. Perlindungan jaminan kesehatan, hari tua dan kematian bagi seluruh masyarakat, peningkatan kualitas puskesmas rawat inap dan pembentukan Bank Gizi di setiap puskesmas.
  3. Pengembangan sistem penyelenggaraan pendidikan yang berbasis kearifan lokal yang bernilai religiositas melalui pengenalan baca tulis Al-Qur`an sejak dini, integrasi pendidikan dasar 9 tahun, penguatan nilai 7 hari istimewa, pendidikan gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah sampai tingkat SLTA, beasiswa bagi siswa / mahasiswa berprestasi istimewa, optimalisasi bantuan kelembagaan sosial dan keagamaan sebagai basis ketahanan kultur / tradisi serta peningkatan kualitas hidup para pendidik tradisi (guru ngaji, muazin, imam jum`at, khotib dan lain-lain).
  4. Pengembangan sistem pertanian organik di 17 kecamatan yang terintegrasi dengan sistem kehutanan, perkebunan, peternakan, perikanan dan ketahanan energi serta penguatan pusat pengobatan tradisional dan lumbung obat tradisional di Kecamatan Pasawahan, Pondoksalam, Wanayasa, Kiarapedes dan Darangdan.
  5. Penyempurnaan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, jaringan listrik, drainase perkotaan serta pengembangan sistem dan jaringan air bersih siap minum bagi masyarakat.
  6. Pengembangan layanan administrasipemerintahan yang berbasis perdesaan melalui penguatan Sistem E – Government sampai tingkat RT, Penguatan peran desa sebagai basis otonom Negara melalui program investasi desa, serta Peningkatan kualitas hidup Kepala Desa / Perangkat Desa, Bamusdes, LPM, Karang Taruna, Tim Penggerak PKK, Linmas, Kader Posyandu, Kadus, RW dan RT.
  7. Pengembangan program investasi melalui penguatan dan pembukaan kawasan industri baru meliputi Kecamatan Bungursari, Campaka, Cibatu, Babakan Cikao, Jatiluhur, Sukatani, Plered, Tegalwaru, serta pengembangan Kawasan Kota Hijau (Green City) di Kecamatan Pondoksalam, Sukatani, Darangdan, Bojong dan Wanayasa.
  8. Pengembangan Purwakarta sebagai Kabupaten Pariwisata melalui penataan ruang publik, penataan bangunan perkantoran, penataan kawasan GOR Purnawarman, penyempurnaan Masjid Agung Purwakarta, pengembangan pusat kuliner berbasis tradisi, penataan kawasan perdagangan ciri khas Purwakarta Kecamatan Sukatani dan Bungursari, pengembangan Jatiluhur, Sukasari, Tegalwaru, Sukatani, sebagai daerah pariwisata berbasis hutan dan air, penataan Situ Bungursari, penyempurnaan kawasan Situ Buleud, Situ Wanayasa, Situ Cikumpay, Situ Cigangsa, serta Penataan Kawasan Wisata Hutan Cirende, Wanawali dan Cibukamanah.
  9. Penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan Pasar Tradisional Leuwipanjang, Maniis, Sukatani, Bojong, Wanayasa, Pasawahan, Darangdan, Cibatu dan Campaka serta Penyempurnaan penataan pusat perbelanjaan Pasar Jumat.

Dengan mempertimbangkan aspek wilayah maka prioritas pembangunan daerah Kabupaten Purwakarta pada tahun 2017 dapat diaktualisasikan ke dalam program-program yang telah ditetapkan sebagai berikut :

  1. PROGRAM SETIAP OPD
  2. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
  3. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
  4. Program Peningkatan Disiplin Aparatur
  5. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
  6. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
  1. URUSAN WAJIB BUKAN PELAYANAN DASAR

Urusan wajib bukan pelayanan dasar yang menjadi kewenangan Dinas Pangan dan Pertanian adalah urusan Pangan. Dilaksanakan melalui Program Peningkatan Ketahanan Pangan.

III.  URUSAN PILIHAN

Urusan pilihan yang menunjang menjadi kewenangan adalah urusan Pertanian, yang terdiri dari 5 (lima) program, yaitu :

  1. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani
  1. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan
  1. Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan
  1. Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/Perkebunan
  1. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian dan Perkebunan
    • Perjanjian Kinerja Dinas Pangan dan Pertanian Tahun 2018

Perjanjian kinerja Dinas Pangan dan Pertanian merupakan pernyataan kesepakatan dari Kepala Dinas Pangan dan Pertanian kepada Bupati Purwakarta untuk menetapkan dan mencapai kinerja pada tahun 2018, sesuai dengan bidang tugas, kewenangan, tugas pokok dan fungsinya.  Perjanjian kinerja tahun 2018 telah dirumuskan dalam Penetapan Kinerja Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta Tahun 2018, yang menguraikan sasaran yang hendak dicapai oleh Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta dengan indikator kinerja sebagaimana yang telah direncanakan atau ditetapkan dalam Rencana Strategis Dinas Tahun 2017-2018. Indikator kinerja dalam Penetapan Kinerja Dinas Pangan dan Pertanian meliputi 2 (dua) urusan yaitu pangan dan pertanian sesuai dengan kewenangan, tugas pokok dan fungsi yang diamanahkan kepada dinas.

Di dalam Penetapan Kinerja Tahun 2018 memuat sasaran strategis yang telah ditetapkan, indikator kinerja dan target yang ingin dicapai, serta program dan kegiatan beserta besaran anggaran tiap-tiap kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2018 untuk mendukung pencapaian target kinerja tersebut. Penetapan Kinerja Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta Tahun 2018 terdiri dari 9 sasaran strategis untuk mencapai 3 misi.

Tabel 1. Tujuan dan Sasaran Urusan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta Tahun 2018.

No

Tujuan

Sasaran

Indikator Sasaran

Target Kinerja Tahun 2018

1.

Mewujudkan ketersediaan pangan yang berkualitas dan memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat

Terpenuhinya ketersediaan pangan masyarakat

Ketersediaan beras (Ton)

Ketersediaan umbi-umbian (Ton)

Ketersediaan sayuran dan buah (Ton)

Lumbung pangan yang dibangun (unit)

Ketersediaan Energi protein per kapita (AKP dan AKE)

Penganekaragaman Konsumsi Pangan (skor Pola Pangan Harapan)

103.008

37.457

93.644

12

96

82

2.

Mendorong peningkatan produksi,produktivitas dan mutu produk komoditas pertanian

Terlaksananya penanaman/ pengembangan komoditas strategis dan unggulan

Luas tanam padi sawah (Ha)

Penanaman manggis (Pohon)

Penanaman/ rehabilitasi teh (Ha)

Penanaman cengkeh (Ha)

Luas tanam ubi kayu (Ha)

Penanaman pala (Ha)

35.667

1.155

30

1,75

1.610

1,50

   

Tercapainya peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pertanian pangan, hortikultura dan perkebunan

Produksi Padi (Ton)

Produksi Palawija (Ton)

Produksi Sayuran dan Buah (Ton)

Produksi Teh (Ton)

226.424

133.294

160.927

5.164

     

Produksi Cengkeh (Ton)

Produksi Pala (Ton)

337

37

     

Produktivitas padi sawah (Ku/Ha)

Produktivitas padi ladang (Ku/Ha)

Produktivitas jagung (Ku/Ha)

Produktivitas ubi kayu (Ku/Ha)

63,85

37,64

53,02

199,16

     

Produktivitas teh (Kg/Ha)

Produktivitas cengkeh (Kg/Ha)

Produktivitas pala (Kg/Ha)

1.117,22

253,29

322,66

   

Meningkatnya jaringan irigasi pertanian

Jitut dan Jides yang terbangun (Unit)

30

   

Meningkatnya pertanian ramah lingkungan

Terlaksananya pertanian organik (Ha)

50

3.

Mengupayakan fasilitasi pelaku pertanian  dalam meningkatkan keberhasilan usaha di bidang pertanian

Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan penyuluh

Diklat dan bimtek yang diikuti penyuluh (Kegiatan)

30

 

Meningkatnya penerapan teknologi pertanian

Kelompok tani yang menerapkan teknologi pertanian

450

   

Terfasilitasinya akses permodalan pertanian

Kelompok tani/ masyarakat yang mendapat bantuan modal/ keuangan (Kelompok)

4

   

Terfasilitasinya pemasaran produk pertanian

Terlaksananya promosi produk pertanian (Kegiatan)

2

Untuk dapat mengukur tingkat pencapaian masing-masing sasaran maka dirumuskan indikator-indikator kinerja sasaran serta target yang ingin dicapai pada tiap-tiap indikator kinerja. Indikator kinerja sasaran serta target yang ingin dicapai pada tahun 2018 adalah sebagai berikut :

  1. Terpenuhinya ketersediaan pangan masyarakat

Hasil produksi pertanian khususnya komoditas tanaman pangan (beras dan umbi-umbian) serta hortikultura (buah dan sayuran) berguna sebagai bahan pangan masyarakat. Produksi dan ketersediaan padi, umbi-umbian, buah dan sayuran yang dihasilkan di Kabupaten Purwakarta diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat/penduduk Kabupaten Purwakarta.

Pada sasaran ini dirumuskan enam indikator kinerja tahun 2018 yaitu ketersediaan bahan pangan beras sebanyak 103.008  ton, ketersediaan bahan pangan umbi-umbian sebanyak 37.457 ton, ketersediaan bahan pangan sayuran dan buah sebanyak 93.644 ton, serta jumlah lumbung pangan yang terbangun sebanyak 12 unit. Ketersediaan Energi protein per kapita (AKP dan AKE) 96, Penganekaragaman Konsumsi Pangan (skor Pola Pangan Harapan) 82.

  1. Terlaksananya penanaman/pengembangan komoditas strategis dan unggulan.

Dalam rangka upaya untuk mengendalikan alih fungsi lahan pertanian salah satunya melalui pemanfaatan lahan secara optimal dengan jenis-jenis tanaman yang menghasilkan. Peran Dinas dalam hal memotivasi, memberikan bimbingan teknis, penyuluhan dan anggaran melalui kegiatan-kegiatan yang dapat mendorong masyarakat atau petani secara terus menerus memanfaatkan lahan dengan penanaman tanaman pertanian (pangan, hortikultura dan perkebunan).

Dalam upaya melaksanakan misi mengendalikan alih fungsi lahan pertanian, pada sasaran ini  dirumuskan indikator kinerja luas tanaman/penanaman berbagai komoditas pertanian strategis dan unggulan. Pada sektor pertanian tanaman pangan komoditas padi merupakan komoditas strategis yang perlu terus menerus ditanam untuk memenuhi kebutuhan pangan, pada tahun 2018 sasaran atau target luas tanam padi adalah 35.667 Ha. Selain padi, ubi kayu merupakan komoditas yang dikembangkan pada sektor tanaman pangan. Terutama hasil panennya dimanfaatkan oleh industri pengolahan tape singkong, sasaran luas tanam ubi kayu pada tahun 2018 seluas 1.610 Ha. Untuk tanaman hortikultura buah-buahan komoditas yang menjadi unggulan Purwakarta adalah manggis yang banyak terdapat di daerah Wanayasa, Kiarapedes, Bojong dan Darangdan. Komoditas manggis secara terus menerus dikembangkan baik oleh petani secara swadaya maupun melalui kegiatan-kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas. Pada tahun 2018 sasaran jumlah penanaman manggis ditargetkan sebanyak 1.155 pohon.

Pada sektor perkebunan komoditas yang banyak terdapat di Kabupaten Purwakarta adalah teh, cengkeh dan pala. Kegiatan-kegiatan pembangunan sektor perkebunan diprioritaskan pada pengembangan ketiga komoditas ini, Ketiga komoditas ini sudah dibudidayakan oleh petani di Kabupaten Purwakarta terutama di daerah sentra seperti Kecamatan Wanayasa, Kiarapedes, Bojong dan Darangdan. Sasaran luas tanam tahun 2018 untuk komoditas teh seluas 30 Ha, cengkeh seluas 1,75 ha dan pala seluas 1,50 Ha

  1. Tercapainya peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pertanian dan perkebunan

Sasaran utama dari kegiatan usaha tani atau budi daya pertanian adalah jumlah produksi yang dihasilkan, yang diharapkan mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Indikator kinerja sasaran peningkatan produksi komoditas pertanian dan perkebunan diuraikan menurut jenis komoditasnya, yaitu tercapainya produksi padi sebanyak 226.424  ton, produksi palawija sebanyak 133.294 ton, produksi sayuran dan buah sebanyak 160.927 ton, produksi teh sebanyak 5.164 ton, produksi cengkeh sebanayak 337 ton, dan produksi pala sebanyak 37 ton.

Pada saat ini peningkatan jumlah produksi pertanian dan perkebunan sangat sulit ditempuh melalui upaya perluasan areal/lahan, sehingga salah satu cara yang dapat diupayakan adalah meningkatkan produksi melalui peningkatan produktivitas.

Pada tahun 2018 telah dirumuskan indikator kinerja untuk sasaran peningkatan produktivitas yang terbagi menurut jenis komoditas pertanian dan perkebunan, yaitu produktivitas padi sawah sebesar 63,85 Ku/Ha, produktivitas padi ladang sebesar 37,64 Ku/Ha, produktivitas jagung sebesar 53,02 Ku/Ha, produktivitas ubi kayu sebesar 199,16 Ku/Ha, produktivitas teh sebesar 1.117,22 Kg/Ha, produktivitas cengkeh sebesar 253,29 Kg/Ha, dan produktivitas pala sebesar 322,66 Kg/Ha.

  1. Meningkatnya jaringan irigasi pertanian.

Upaya lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan jumlah produksi pertanian dan perkebunan dengan terbatasnya lahan adalah melalui peningkatan jaringan irigasi pertanian. Dengan adanya peningkatan jaringan irigasi ini, lahan-lahan pertanian yang ada dapat memperoleh pengairan yang lebih baik sehingga dapat meningkat indeks pertanamannya, lahan yang tadinya hanya dapat ditanami satu atau dua kali dalam setahun dapat ditanami menjadi dua atau tiga kali dalam setahun.

Jaringan irigasi yang menjadi kewenangan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta adalah jenis jaringan irigasi Jitut (Jaringan irigasi tingkat usaha tani) dan Jides (Jaringan irigasi desa). Pada tahun 2018 indikator kinerja Jitut dan Jides yang terbangun sebanyak 30  unit.

  1. Meningkatnya pertanian ramah lingkungan

Untuk menjaga kelestarian sumber daya pertanian khususnya sumber daya lahan dapat dilakukan dengan membudayakan pertanian ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan unsur-unsur kimia yang dapat merusak struktur tanah. Pertanian organik merupakan cara yang tepat untuk menjaga kelestarian sumber daya lahan pertanian. Pada tahun 2018 target kinerja terlaksananya pertanian organik seluas 50 Ha.

  1. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan penyuluh

Untuk meningkatkan meningkatkan kemampuan petugas/aparatur khususnya para penyuluh lapangan, ditetapkan sasaran meningkatnya pengetahuan dan keterampilan aparatur yang dapat ditempuh melalui pendidikan latihan dan bimbingan teknis yang diikuti oleh penyuluh yang diselenggarakan baik oleh pusat maupun provinsi. Sehingga ditetapkan indikator kinerja sasaran ini adalah pendidikan latihan dan bimbingan teknis yang diikuti penyuluh, yang pada tahun 2018 ditargetkan sebanyak 30 kegiatan

  1. Meningkatnya penerapan teknologi pertanian.

Peran dan fungsi penyuluhan sangat penting dalam menyebarluaskan informasi teknologi pertanian kepada petani yang sasarannya adalah petani mau dan mampu menerapkan teknologi yang diberikan sehingga dapat meningkatkan produktivitas, produksi dan mutu produk pertanian. Sehubungan itu maka indikator kinerja sasaran ini adalah kelompok tani yang menerapkan teknologi pertanian sebanyak 450 kelompok tani pada tahun 2018.

  1. Terfasilitasinya akses permodalan pertanian

Sampai dengan saat ini keterbatasan akses permodalan merupakan suatu kendala dalam sektor pertanian, sehingga dinas dapat berperan untuk memfasilitasi akses permodalan bagi petani/kelompok tani. Akses permodalan dalam hal ini bukan hanya permodalan yang berasal dari lembaga keuangan, tetapi juga peluang-peluang jenis bantuan permodalan yang merupakan program pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah melalui kementerian, dinas atau instansi terkait.

Target dan indikator kinerja sasaran ini pada tahun 2018 yaitu jumlah kelompok tani/masyarakat yang mendapat bantuan modal/keuangan sebanyak 4 kelompok.

  1. Terfasilitasinya pemasaran produk pertanian

Petani/kelompok tani mengalami keterbatasan dalam mempromosikan hasil produk pertanian ke luar daerah. Dinas dapat berperan untuk memfasilitasi promosi hasil produk dari petani/kelompok tani ke luar daerah dengan cara mengikuti pameran pertanian ke luar daerah membawa hasil pertanian dari petani Purwakarta.

Pada tahun 2018 target indikator kinerja terlaksananya promosi produk pertanian sebanyak 2 kegiatan.

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

  • Capaian Kinerja Organisasi

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta disusun untuk menyajikan capaian kinerja dinas selama tahun 2018. Laporan akuntabilitas merupakan evaluasi terhadap target kinerja organisasi perangkat daerah sebagaimana yang tertuang dalam penetapan kinerja Dinas Pangan dan Pertanian yang telah ditetapkan pada awal tahun.Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta menjadi instrumen pengukuran dan pertanggungjawaban OPD dalam melaksanakan kebijakan dan programnya. Tidak lain merupakan upaya dalam mewujudkan visi dan misinya dan mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Inti dari akuntabilitas kinerja adalah tingkat pencapaian sasaran yang pengukurannya dilakukan dengan cara membandingkan antara besaran realisasi dengan target yang ingin dicapai pada tiap-tiap sasaran kinerja.

  • Ringkasan Kinerja Sasaran

Sasaran kinerja dinas untuk Tahun 2018 yang dijabarkan dari 3 misi terdiri dari 9 sasaran dan 31 indikator kinerja. Sebanyak 22 indikator kinerja (70,96 %) mencapai sasaran target kinerja Tahun 2018. Dan sebanyak 23 indikator kinerja sudah mencapai target akhir Renstra (74,1 %).

Tabel 3.1 Pencapaian Sasaran Dinas Pangan dan Pertanian Tahun 2018

MISI

SASARAN

INDIKATOR SASARAN

PENCAPAIAN TARGET TAHUN 2018

PENCAPAIAN TARGET AKHIR RENSTRA

Meningkatkan kualitas, ketersediaan dan konsumsi pangan masyarakat.

Terpenuhinya ketersediaan pangan masyarakat

Ketersediaan beras (ton)

 

   

Ketersediaan umbi-umbian (ton)

X

   

Ketersediaan sayuran dan buah (ton)

   

Lumbung pangan yang dibangun (unit)

X

X

   

Ketersediaan energy protein per kapita (AKP dan AKE)

X

X

   

Penganekaragaman Konsumsi Pangan (Skor Pola Pangan Harapan)

X

Meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu produk pertanian

Terlaksananya penanaman /pengembangan komoditas strategis dan unggulan

Luas Tanam padi sawah (Ha)

   

Penanaman manggis (pohon)

X

   

Penanaman/rehabilitasi teh (Ha)

   

Penanaman cengkeh (Ha)

   

Penanaman ubi kayu (Ha)

   

Penanaman pala (Ha)

 

Tercapainya peningkatan produksi  dan produktivitas komoditas pertanian pangan, hortikultura dan perkebunan

Produksi padi (ton)

   

Produksi palawija (ton)

X

   

Produksi sayuran dan buah (ton)

   

Produksi teh (ton)

   

Produksi cengkeh (ton)

   

Produksi pala (ton)

   

Produktivitas padi sawah (ku/ha)

X

X

   

Produktivitas padi ladang (ku/ha)

   

Produktivitas jagung (ku/ha

   

Produktivitas

ubi kayu (ku/ha)

X

   

Produktivitas teh (ku/ha)

   

Produktivitas cengkeh (ku/ha)

   

Produktivitas pala (ku/ha)

 

Meningkatnya jaringan irigasi pertanian

Jitut dan jides yang dibangun/rehabilitasi (unit)

X

 

Meningkatnya pertanian ramah lingkungan

Pertanian organik (Ha)

Mewujudkan kesejahteraan petani

Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyuluh

Diklat/bimtek yang diikuti penyuluh

X

X

 

Meningkatnya penerapan teknologi pertanian

Kelompok tani yang menerapkan teknologi

 

Terfasilitasinya bantuan untuk kelompok tani

Kelompok tani yang mendapatkan bantuan sarana prasarana pertanian

 

Memfasilitasi pemasaran produk pertanian

Pameran/promosi/expo

  • Analisa Kinerja

3.1.2.1 Capaian Kinerja Misi I :

Misi pertama adalah Meningkatkan kualitas, ketersediaan dan konsumsi pangan masyarakat.

Jumlah sasaran pada misi I yang diukur kinerjanya: 1 sasaran. Jumlah indikator kinerja yang digunakan sebanyak 6 indikator kinerja.

Sebanyak 4 indikator kinerja mencapai target Tahun 2018, 3 indikator kinerja sudah mencapai target akhir Renstra.

Evaluasi capaian kinerja terhadap sasaran misi I adalah sebagai berikut :

Terpenuhinya ketersediaan pangan masyarakat

Tabel 3.2: Perhitungan Pencapaian Sasaran Misi I Sasaran Strategis ke-1

Indikator Kinerja

Satuan

Realisasi 2017

Target 2018

Hasil 2018

Tercapai /Tidak

Hasil s.d 2018

Target Akhir Renstra

Ketersediaan Bahan Pangan Beras

Ton

164.818

103.008

170.340,084

654.105,04

103.008

Ketersediaan Bahan Pangan Umbi-umbian

Ton

40.187

37.457

32.747

X

201.043,00

37.457

Ketersediaaan Bahan Pangan Sayuran dan Buah

Ton

75.175,4

93.644

   174.866,7                                                                            

680.942,10

93.644

Lumbung Pangan yang terbangun

Unit

11

12

3

X

18

52

Ketersediaan Energy Protein per kapita (AKP dan AKE)

Skor

90,6

96

52

X

52

100

Penganekaragaman Konsumsi Pangan  (Skor Pola Pangan Harapan)

Skor

79,1

82

87,4

87,4

100

Ket: = mencapai target, X = tidak mencapai target, = tidak mencapai target tetapi ada peningkatan dibandingkan kinerja tahun lalu

 

Deskripsi Sasaran

Ketersediaan pangan masyarakat bergantung pada hasil produksi pertanian. Produksi dan ketersediaan padi, umbi-umbian, buah dan sayuran diupayakan dapat memenuhi kebutuhan pangan lokal masyarakat/penduduk Kabupaten Purwakarta. Kualitas hasil pertanian yang baik dan volume yang mencukupi menjadi target dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Pemenuhan bahan pangan tidak hanya dari produk tanaman pangan, sayuran dan buah buahan tetapi juga dipenuhi dari bahan pangan hewani yang berasal dari ternak dan ikan. Ketersediaan produk peternakan dan perikanan juga berperan dalam ketersediaan energi untuk masyarakat.

Salah satu upaya dalam menjaga ketersediaan bahan pangan (beras) untuk masyarakat adalah dengan mendirikan lumbung-lumbung di pedesaan. Fungsi lumbung untuk menjaga ketersediaan pangan di wilayah sekitar lumbung.

 

Hasil Tahun 2018

Pada Tahun 2018 pencapaian kinerja sasaran ke-1 yaitu Tersedianya Kebutuhan Pangan Masyarakat telah ditetapkan sebanyak 6 indikator kinerja yaitu Ketersediaan bahan Pangan Beras ditargetkan sebanyak 103.008 Ton; Ketersediaan Bahan Pangan Umbi-umbian ditargetkan sebanyak 37.457 Ton; Ketersediaan Bahan Pangan Sayuran dan Buah ditargetkan 93.664 Ton; Lumbung Pangan yang terbangun ditargetkan sebanyak 12 Unit; . Ketersediaan Energi protein per kapita (AKP dan AKE) dengan skor 96 dan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (Skor Pola Pangan Harapan) dengan skor 82.

Dari enam Indikator kinerja tersebut, 3 indikator kinerja sudah mencapai target Tahun 2018. Terdapat 3 indikator kinerja yang belum mencapai target Tahun 2018 yaitu Lumbung Pangan yang Terbangun sebesar 25 %, Ketersediaan Bahan Pangan Umbi-umbian sebesar 87,42 % dan Ketersediaan Energy Protein per kapita (AKP dan AKE) sebesar 54,16 %.

Indikator ketersediaan bahan pangan beras yang ditargetkan sebanyak 103.008 ton dapat tercapai sebanyak 170.340,084 ton (165,37%). Kebutuhan beras penduduk Purwakarta tahun 2018 masih dapat terpenuhi dari produksi atau hasil panen padi dari Kabupaten Purwakarta sendiri. Berdasarkan data jumlah penduduk Kab. Purwakarta tahun 2018 (data Disdukcapil) sebanyak 936.214 orang dan asumsi konsumsi perkapita 119,7 kg beras/jiwa/tahun maka kebutuhan beras masyarakat Purwakarta sebanyak 112.064,8 ton. Maka masih terjadi surplus beras sebanyak 58.275,284 Ton. Dibandingkan dengan tahun 2017, capaian indikator ketersediaan pangan beras mengalami peningkatan pada tahun 2018.

Indikator ketersediaan bahan pangan umbi-umbian memiliki target ketersediaan bahan pangan umbi-umbian pada tahun 2018 sebanyak 37.457 ton. Capaian target sebesar 32.747 ton (87,42 %). Terjadi penurunan ketersediaan bahan pangan umbi umbian apabila dibandingkan dengan realisasi Tahun 2017 sebanyak 40.187 ton.

Untuk ketersediaan bahan pangan sayuran dan buah, target indikator tahun 2018 sebesar 93.664 ton dan tercapai sebesar    174.866,7 ton atau mencapai 186,74 %. Pencapaian Tahun 2018 mengalami peningkatan bila dibandingkan Tahun 2017.

Untuk indikator lain yaitu terbangunnya Lumbung Pangan yang ditargetkan sebanyak 12 unit di Tahun 2018, dan terealisasi 3 unit. Realisasi tersebut merupakan hasil kegiatan pembangunan lumbung pangan yang bersumber anggaran dari APBD Propinsi Jawa Barat.

Untuk indikator Ketersediaan Energi Protein per kapita dan Penganekaragaman Konsumsi mengalami penurunan dari angka 96 menjadi 52. Sedangkan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (Skor Pola Pangan Harapan) memiliki nilai skor 87,4. Skor PPH tersebut mencerminkan mutu gizi konsumsi pangan dan tingkat keragaman konsumsi pangan. Semakin tinggi skor PPH, menunjukkan konsumsi pangan semakin beragam dan komposisinya semakin baik.

Perlu dilakukan upaya penganekaragamaan pangan secara bertahap sehingga masyarakat mengenal dan mau mengkombinasikan makanannya. Salah satunya upaya menperkenalkan umbi-umbian sejenis ganyong dan talas menjadi makanan pokok. Termasuk pengenalan produk beras analog yang terbuat dari bahan umbi-umbian.

Untuk pencapaian hasil Tahun 2018 apabila dibandingkan dengan target akhir Renstra 2013-2018, maka terdapat 3 indikator kinerja yang telah melampaui target akhir Renstra dan 3 indikator kinerja yang belum mencapai target akhir Renstra.

Pencapaian Kinerja pada Misi Pertama dilakukan melalui pelaksanaan Program Peningkatan Ketahanan Pangan.

3.1.2.2 Capaian Kinerja Misi II :

Misi kedua adalah Meningkatkan Produksi, Produktivitas Dan Mutu Produk Pertanian

Jumlah sasaran pada misi II yang diukur indikator kinerjanya: 4 sasaran. Jumlah indikator kinerja yang digunakan : 21 indikator kinerja. Sebanyak  16 indikator (76,2 %) mencapai target kinerja, 5 indikator kinerja atau  23,8 % diantaranya mencapai target  akhir Renstra.

Evaluasi terhadap capaian masing-masing indikator kinerja pada setiap sasaran strategis yang berada pada misi II adalah sebagai berikut :

3.1.2.2.1.  Terlaksananya Penanaman/Pengembangan Komoditas Strategis dan Unggulan

Tabel 3.3 : Perhitungan Pencapaian Sasaran Misi II Sasaran Strategis ke-1

Indikator Kinerja

Satuan

Realisasi 2017

Target 2018

Hasil 2018

Tercapai / Tidak

Hasil s.d 2018

Target Akhir Renstra

Luas Tanam Padi Sawah

Ha

40.674

35.677

42.904

119.556

35.677

Penanaman Manggis

Pohon

162

1.155

303

4.851

4.965

Penanaman/Rehabilitasi Teh

Ha

152

30

75

485

111

Penanaman Cengkeh

Ha

302

1,75

20

334

8,25

Luas Tanam Ubi Kayu

Ha

1.315

1.610

1.390

7.249

1.610

Penanaman Pala

Ha

30

1,50

20

76

6,5

Sumber : Data Statistik Pertanian

Ket: = mencapai target, X = tidak mencapai target, = tidak mencapai target tetapi ada peningkatan dibandingkan kinerja tahun lalu

Deskripsi Sasaran

Pengembangan komoditas potensial dan strategsi dilakukan dengan memanfaatkan lahan secara optimal dengan penanaman komoditas  potensial untuk wilayah Kabupaten Purwakarta. Dinas memiliki peran untuk dapat memotivasi, memberikan bimbingan teknis, penyuluhan dan memerikan bantuan anggaran melalui kegiatan -kegiatan agar petani dapat memanfaatkan lahan dengan penanaman tanaman pertanian ekonomis.

Hasil Tahun 2018

Pengukuran kinerja Misi II sasaran strategsi ke 1 yaitu Terlaksananya Penanaman/Pengembangan Komoditas Strategis dan Unggulan. Penilaian pencapaian sasaran melalui 6 indikator kinerja yaitu Luas tanam padi sawah dengan target seluas 35.677 hektar; Penanaman manggis dengan target sebanyak 1.155 Pohon; Penanaman/Rehabilitasi Teh dengan target seluas 30 Hektar; Penanaman Cengkeh dengan target seluas 1,75 Hektar; Luas Tanam Ubi Kayu seluas 1.610 Hektar dan Penanaman Pala dengan target seluas 1,50 Hektar.

Realisasi pencapaian target dari keenam Indikator kinerja tersebut di Tahun 2018 terdapat 3 indikator mencapai target kinerja yang telah ditetapkan. Indikator tersebut yaitu target kinerja luas tanam padi sawah mencapai 120,26 %; Penanaman/rehabilitasi Teh mencapai 250 %; Penanaman Cengkeh mencapai 1.142,86 % dan Penanaman Pala mencapai 1.333,33 %. Yang tidak tercapai indikator Penanaman Manggis mencapai 26,23 % dan Luas Tanam Ubi Kayu mencapai 86,34 %

 Indikator luas tanam padi sawah dengan target seluas 35.677 Ha, dapat tercapai seluas 42.904 Ha. Pencapaian tahun 2018 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2017 yaitu seluas 40.674 Ha. Peningkatan luas tanam padi dilakukan secara intensif untuk meningkatkan produksi.

Indikator kinerja penanaman manggis yang ditargetkan sebanyak 1.155 pohon, hanya terealisasi 303 pohon. Apabila dibandingkan capaian pada tahun 2017, capaian pada tahun 2018 mengalami peningkatan. Pada tahun 2017 penanaman manggis sebanyak 162 pohon.  Penanaman pohon manggis sebagian besar berada di daerah-daerah sentra meliputi Kecamatan Wanayasa, Kiarapedes, Bojong dan Darangdan. Penanaman manggis ini  sebagian besar dilakukan melalui bantuan kegiatan dari pemerintah.

Indikator kinerja pada sasaran ini yang terkait dengan sektor perkebunan meliputi penanaman/rehabilitasi teh, penanaman cengkeh dan penanaman pala, semua capaian ketiga indikator tersebut dapat melampaui target.  Penanaman/rehabilitasi teh dengan target seluas 30 Ha, dapat terealisasi seluas 75 Ha. Rehabilitasi teh mengalami penurunan  dari pencapaian tahun 2017 yang mencapai realisasi penanaman seluas 152 hektar.

Penanaman cengkeh dengan target 1,75 Ha dapat terealisasi seluas 20 Ha. Penanaman pala dengan target seluas 1,5 Ha ternyata dapat terealisasi seluas 20 Ha atau. Apabila dibandingkan dengan Tahun 2017 pencapaian ini mengalami penurunan luas tanam baru. Realisasi penanaman pala jauh melampaui  target diakibatkan adanya bantuan  kegiatan.

Komoditas palawija yang utama di Kabupaten Purwakarta adalah ubi kayu atau singkong. Ubi kayu merupakan salah satu komoditas sasaran dalam pengembangan komoditas untuk wilayah Kabupaten Purwakarta. Areal penanaman ubi kayu tersebar di wilayah Kecamatan Sukatani, Plered, Bungursari, Cibatu, Jatiluhur, Darangdan, Bojong dan Wanayasa. Tahun 2018 target penanaman ubi kayu seluas 1.610 Ha dan dapat terealisasi seluas 1.390 Ha. Pencapaian tersebut meningkat dibanding Tahun 2017 yang mencapai luas 1.315 Hektar. Realisasi penanaman ubi kayu tidak dapat mencapai target karena masih mendapatkan masalah yang sama dengan kondisi tahun lalu. Kualitas panen ubi kayu yang kurang baik dan harga jual masih rendah. Keadaan ini menyebabkan petani masih kurang berminat menanam ubi kayu. Faktor lainnya adalah  faktor ketersediaan lahan yang semakin menurun dari tahun ke tahun. Uji coba varietas unggul ubi kayu yang bernilai ekonomis belum dapat dilakukan terkendala oleh keterbatasan sumber daya.

Pencapaian Hasil Tahun 2018 dari keenam Indikator Kinerja ini, apabila dibandingkan dengan target akhir Renstra 2013-2018 maka terdapat 5 indikator kinerja yang telah melampaui target akhir Renstra. Indikator kinerja Penanaman Manggis tidak mencapai target akhir Renstra, pencapaian hasil sebesar 97,7 %.

Pencapaian kinerja sasaran ini diwujudkan melalui pelaksanaan Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan, Program Pengembangan Agribisnis dan Program Peningkatan penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan.

3.1.2.2.2   Tercapainya Peningkatan Produksi dan Produktivitas Komoditas Pertanian Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Tabel 3.4 : Perhitungan Pencapaian Sasaran Misi II Sasaran Strategis ke-2

Indikator Kinerja

Satuan

Realisasi 2017

Target 2018

Hasil 2018

Tercapai / Tidak

Hasil s.d 2018

Target Akhir Renstra

Produksi Padi

Ton

262.700

226.424

      265.699,71

1.034.385

226.424

Produksi Palawija

Ton

43.066

133.294

40.609

X

225.084

133.294

Produksi Sayuran dan Buah

Ton

75.175

160.927

   174.866,7                                                                            

680.942

160.927

Produksi Teh

Ton

5.567

5.164

5.862,93

22.982

5.164

Produksi Cengkeh

Ton

461

337

485,56

1.823

337

Produksi Pala

Ton

46

37

46,78

171

37

Produktivitas padi sawah (ku/ha)

Ku/Ha

62,56

63,85

60,72

X

60,72

63,85

Produktivitas padi ladang (ku/ha)

Ku/Ha

36,62

37,64

45,70

45,70

37,64

Produktivitas jagung (ku/ha)

Ku/Ha

54,35

53,02

53,62

53,60

53,02

Produktivitas

ubi kayu (ku/ha)

Ku/Ha

197,45

199,16

197,72

197,72

199,16

Produktivitas teh (kg/ha)

Kg/Ha

1430

1.117,22

1.507

1.507

1.117,22

Produktivitas cengkeh (kg/ha)

Kg/Ha

430

253,29

456

456

253,29

Produktivitas pala (kg/ha)

Kg/Ha

530

322,66

546

546

322,66

Sumber : Data Statistik Pertanian

Ket: = mencapai target, X = tidak mencapai target, = tidak mencapai target tetapi ada peningkatan dibandingkan kinerja tahun lalu

Deskripsi Sasaran

          Pencapaian produksi dan produktivitas pertanian masih merupakan indikator keberhasilan pembangunan di bidang pertanian. Pencapaian target produksi padi, palawija, hortikultura maupun perkebunan akan tercapai kalau didukung dengan sarana dan prasarana pertanian yang memadai. Tanaman perkebunan adalah tanaman semusim atau tanaman tahunan yang jenis dan tujuan pengelolaannya ditetapkan untuk usaha perkebunan (UU Nomor 39 Tahun 2015 tentang perkebunan). Tanaman hortikultura adalah tanaman yang menghasilkan buah, sayuran, bahan obat nabati, florikultura, termasuk didalamnya jamur, lumut, dan tanaman air yang berfungsi sebagai sayuran, bahan obat nabati, dan/atau bahan estetika (UU Nomor 13 Tahun 2010 tentang hortikultura).

Pada saat ini peningkatan jumlah produksi pertanian dan perkebunan sangat sulit ditempuh melalui upaya perluasan areal/lahan, sehingga salah satu cara yang dapat diupayakan adalah meningkatkan produksi melalui peningkatan produktivitas.

 

Hasil Tahun 2018

Pada Tahun 2018 ukuran kinerja Misi II sasaran kinerja ke-2 yaitu Tercapainya Peningkatan Produksi Dan Produktivitas Komoditas Pertanian Pangan, Hortikultura Dan Perkebunan dengan 13 indikator kinerja yaitu Produksi Padi 226.424Ton, produksi palawija sebanyak 133.294 ton, produksi sayuran dan buah sebanyak 160.927 ton, produksi teh sebanyak 5.164 ton, produksi cengkeh sebanyak 337 ton, dan produksi pala sebanyak 37 ton. Peningkatan produktivitas yang terbagi menurut jenis komoditas tanaman pangan dan perkebunan, yaitu produktivitas padi sawah sebesar 63,85 Ku/Ha, produktivitas padi ladang sebesar 37,64 Ku/Ha, produktivitas jagung sebesar 53,02 Ku/Ha, produktivitas ubi kayu sebesar 199,16 Ku/Ha, produktivitas teh sebesar 1.117,22 Kg/Ha, produktivitas cengkeh sebesar 253,29 Kg/Ha, dan produktivitas pala sebesar 322,66 Kg/Ha.

Dari ketigabelas Indikator kinerja pada Tahun, sebanyak 10 indikator kinerja mencapai target.  Yaitu Produksi Padi mencapai 117,35%; Produksi Sayuran dan  Buah 108,66 %; produksi teh mencapai 113,52 %; produksi cengkeh mencapai 144,08 %;  dan produksi  pala mencapai 126,43 %; produktivitas padi ladang mencapai 121,41%; produktivitas Jagung mencapai 103,03%; Produktivitas Teh mencapai 129,27%, produktivitas cengkeh mencapai 171,46% dan produktivitas pala mencapai 169,22 %. Terdapat 3 indikator kinerja tidak mencapai target yaitu Produksi Palawija dengan realisasi 30,45 %; Produktivitas Padi sawah mencapai 95,10 %; produktivitas ubi kayu mencapai 99,28 %.

Indikator produksi padi dengan target sebayak 226.424 ton dapat tercapai sebanyak 265.699,71 ton. Produksi padi ini mengalami peningkatan sebanyak 2.999,71 ton (1,14%) dibanding tahun sebelumnya.

Produksi palawija ditargetkan sebanyak 133.294 ton dan hanya tercapai sebanyak 40.609 ton. Apabila dibandingkan dengan tahun 2017 produksi palawija tahun 2018 mengalami penurunan sebanyak 2.457 ton. Komoditas palawija bukan merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Purwakarta, petani pun menanam tanaman palawija hanya sebagai selingan dari tanaman padi. Pada tahun 2018 petani cenderung menanam tanaman padi sehingga tanaman palawija berkurang.

Target untuk indikator kinerja produksi tanaman sayuran dan buah sebanyak 160.927 ton dan dapat tercapai sebanyak 174.866,7                                                                              ton.  Produksi ini mengalami peningkatan dibanding tahun 2017 yaitu 75.175  ton (132,6 %).

Indikator Kinerja produksi teh mempunyai target sebesar 5.164 ton dan produksi dapat mencapai target yaitu sebanyak 5.862,93 ton. Produksi mengalami peningkatan dibandingkan Tahun 2017 yaitu sebesar 295,93 Ton.

Produksi cengkeh memiliki target 337 ton dan dapat tercapai sebanyak 485,56  ton. Produksi cengkeh pada Tahun 2018 meningkat apabila dibandingkan dengan tahun 2017 sebanyak 24,56 ton (5,32 %).

Selanjutnya produksi pala dengan target produksi 37 ton dan dapat tercapai sejumlah 46,78 ton. Apabila dibandingkan dengan tahun 2017 produksi pala mengalami peningkatan yaitu sebesar 0,78 Ton.

Pencapaian angka produktivitas padi sawah pada Tahun 2018 sebesar 60,72 Ku/Ha. Produktivitas tidak mencapai target yaitu 63,85 Ku/ha. Produktivitas pada Tahun 2018 mengalami penurunan dibandingkan angka produktivitas padi sawah Tahun 2017.

Produktivitas padi ladang dengan target sebesar 37,64 Ku/Ha dapat tercapai sebesar 45,70 Ku/Ha. Apabila dibandingkan tahun sebelumnya, produktivitas padi ladang mengalami peningkatan dari angka produktivitas  sebesar 36,62 Ku/ha.

Produktivitas jagung dengan target sebesar 53,02 Ku/Ha dapat tercapai sebesar 53,62 Ku/Ha. Walaupun dibandingkan tahun sebelumnya, produktivitas jagung Tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 0,73 Ku/Ha. Produktivitas ubi kayu mempunyai target sebesar 199,16 Ku/Ha dan pada Tahun 2018 tidak mencapai target, dengan pencapaian angka produktivitas sebesar 197,72 Ku/Ha. Apabila dibandingkan tahun sebelumnya, produktivitas ubi kayu tahun 2018 mengalami sedikit peningkatan sebesar 0,27 ku/ha.

Produktivitas teh dengan target sebesar 1.117,22 Kg/Ha dapat tercapai sebesar 1.507 Kg/Ha. Apabila dibandingkan tahun sebelumnya, produktivitas teh tahun 2018 mengalami peningkatan yaitu sebesar 77 Kg/Ha.

Produktivitas cengkeh dengan target sebesar 253,29 Kg/Ha dapat tercapai sebesar 456 Kg/Ha. Apabila dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya, produktivitas cengkeh pada tahun 2018 mengalami peningkatan sebesar 26 Kg/Ha, dimana pada tahun 2017 terealisasi sebesar 430 Kg/Ha.

Produktivitas pala dari target sebesar 322,66 Kg/Ha tercapai sebesar 546 Kg/Ha. Apabila dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya, produktivitas pala pada tahun 2018 mengalami peningkatan sebesar 16 Kg/Ha, dimana pada tahun 2017 terealisasi sebesar 530 Kg/Ha.

Pada tahun 2018 Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta memberikan stimulant peningkatan produksi melalui program pengembangan maupun rehabilitasi tanaman perkebunan. Komoditas perkebunan bernilai ekonomi dan sangat berpotensi dikembangkan karena memiliki prospek pasar yang baik. Peningkatan penyuluhan dan bimbingan teknis kepada petani kebun harus tetap ditingkatkan dan dilakukan lebih intensif.

Pencapaian Hasil Tahun 2018 dari ke-13 Indikator Kinerja ini, apabila dibandingkan dengan target akhir Renstra 2013-2018 maka terdapat 11 indikator kinerja yang telah melampaui target akhir Renstra dan 2 indikator kinerja yang tidak mencapai target akhir Renstra. Indikator yang tidak mencapai target Renstra adalah angka produktivitas padi sawah dan produktivitas ubi kayu.

Pencapaian misi dan sasaran ini diwujudkan dalam pelaksanaan Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan dan Program Peningkatan penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan, Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan dan Program Peningkatan penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan.

3.1.2.2.3 Meningkatnya Jaringan Irigasi Pertanian

Tabel 3.5 :Perhitungan Pencapaian Sasaran Misi II Sasaran Strategis ke3

Indikator Kinerja

Satuan

Realisasi 2017

Target 2018

Hasil 2018

Tercapai/Tidak

Hasil s.d 2018

Target Akhir Renstra

JITUT dan JIDES yang terbangun

Unit

15

30

41

187

200

Sumber Bidang SDPU

Ket: = mencapai target, X = tidak mencapai target, = tidak mencapai target tetapi ada peningkatan dibandingkan kinerja tahun lalu

Deskripsi Sasaran

Peningkatan produksi tanaman pangan khususnya padi dipengaruhi oleh keberadaan jaringan irigasi yang berfungsi baik. Maka pembangunan dan rehabilitasi saluran pengairan selalu dilakukan agar lahan memperoleh pengairan yang lebih baik dengan tujuan untuk meningkat indeks pertanaman. Dengan meningkatnya jaringan pengairan, maka lahan yang tadinya hanya dapat ditanami satu atau dua kali dalam setahun dapat ditanami menjadi dua atau tiga kali dalam setahun.

Hasil Tahun 2018

Pada tahun 2018 sasaran ketiga Misi ke-II yaitu meningkatnya jaringan irigasi pertanian, telah dirumuskan 1 indikator kinerja yaitu JITUT dan JIDES yang terbangun yang ditargetkan sebanyak 30 unit. Realisasi pembuatan Jaringan Irigasi Desa sebanyak 41 unit. Pencapaian target kinerja Tahun 2018 tersebut meningkat bila dibandingkan dengan pencapaian Tahun 2017. Pembangunan/perbaikan jaringan irigasi Tahun 2018 dilaksanakan di lokasi sebagai berikut :

Tabel 3.6 Lokasi Pembangunan/Perbaikan Jaringan Irigasi Tahun 2018

No

Kecamatan

Jumlah (unit)

Luasan (Ha)

1

Jatiluhur

2

85

2

Babakan Cikao

1

40

3

Plered

7

310

4

Bojong

7

290

5

Wanayasa

5

193

6

Kiarapedes

4

212

7

Bungursari

2

80

8

Pondoksalam

2

85

9

Pasawahan

3

91,6

10

Cibatu

5

185

11

Darangdan

1

35

12

Sukasari

1

25

13

Campaka

1

32

   

41

1.663,6

Dengan adanya jaringan irigasi Jitut dan Jides dapat meningkatkan intensitas penanaman padi di lahan sawah. Lahan sawah yang sebelumnya hanya dapat ditanami padi sebanyak 2 kali setahun dapat menjadi 3 kali tanam setahun, dan lahan yang sebelumnya hanya 1 kali tanam setahun dapat menjadi 2 kali tanam.

Pencapaian jumlah jaringan irigasi yang terbangun sampai dengan Tahun 2018 tidak mencapai target akhir Renstra 2013-2018. Jumlah jaringan irigasi yang terbangun atau terehabilitasi sebanyak 187 unit (93%) sedangkan target akhir sebanyak 200 unit.

3.1.2.2.4. Meningkatnya Pertanian Ramah Lingkungan

Tabel 3.7 : Perhitungan Pencapaian Sasaran Misi II Sasaran Strategis ke-4

Indikator Kinerja

Satuan

Realisasi 2017

Target 2018

Hasil 2018

Tercapai / Tidak

Hasil s.d 2018

Target Akhir Renstra

Terlaksana nya Pertanian Organik

Ha

60

50

55

220

200

Sumber : Bidang Produksi Tanaman Pangan

Ket: = mencapai target, X = tidak mencapai target, = tidak mencapai target tetapi ada peningkatan dibandingkan kinerja tahun lalu

Deskripsi Sasaran

Pertanian organik dipandang menjadi sistem usaha tani yang dapat menjaga kelestarian sumber daya pertanian. Untuk menjaga kelestarian sumber daya pertanian khususnya sumber daya lahan dapat dilakukan dengan menerapkan pertanian ramah lingkungan. Yaitu dengan mengurangi penggunaan unsur-unsur kimia yang dapat merusak struktur tanah. Maka Dinas Pangan dan Pertanian menetapkan pertanian organik sebagai salah satu indikator pembangunan urusan pertanian.

 

Hasil Tahun 2018

Pada Tahun 2018 ukuran kinerja Misi II sasaran kinerja ke-4 yaitu Meningkatnya Pertanian Ramah Lingkungan telah ditetapkan sebanyak 1 indikator kinerja yaitu Terlaksananya Pertanian Organik yang ditargetkan seluas 50 hektar.

Indikator kinerja pada Tahun 2018 mencapai target kinerja yang telah ditetapkan dimana dicapai hasil seluas 55 Hektar atau tingkat pencapaian target sebesar 110 %. Pencapaian target kinerja Tahun 2018 tersebut menurun dibandingkan dengan Tahun 2017 sebesar 5 Ha.

Hingga akhir 2018 telah dilaksanakan seluas 220 Hektar Pertanian Organik, apabila dibandingkan dengan target akhir Renstra yang mencapai luas 200 Hektar, maka presentase pencapaian telah mencapai target (110%).

Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta menganggarkan Kegiatan Pengembangan Pertanian Padi Organik setiap tahunnya. Pertanian organik tetap menjadi indikator pencapaian program di Kabupaten Purwakarta, mengingat pertanian padi organik berpotensi untuk dikembangkan. Pertanian organik merupakan produk ramah lingkungan dan sehat, karena pertanian organik sangat rendah kandungan bahan kimia. Di lain pihak, usaha tani padi organik dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani karena memiliki harga yang lebih tinggi daripada beras hasil sawah konvensional.

Pencapaian Hasil Tahun 2018 dari Indikator Kinerja ini, apabila dibandingkan dengan target akhir Renstra 2013-2018 indikator kinerja ini sudah mencapai target akhir Renstra.

Keberhasilan pencapaian kinerja sasaran ini diwujudkan melalui pelaksanaan Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan.

3.1.2.3 Capaian Kinerja Misi III :

Misi ketiga adalah Mewujudkan Kesejahteraan Petani.

Jumlah sasaran pada misi III yang diukur kinerjanya sebanyak 4 sasaran. Indikator kinerja yang digunakan berjumlah 4 indikator kinerja. Sebanyak 3 indikator kinerja (75%) mencapai target Tahun 2018 dan 1 indikator belum mencapai target. Untuk pencapaian target akhir renstra terdapat 3 indikator kinerja mencapai target dan  1  indikator tidak mencapai target.

Evaluasi terhadap masing-masing kinerja sasaran yang berada pada misi III adalah sebagai berikut :

  • Meningkatnya Pengetahuan Dan Keterampilan Penyuluh

Tabel 3.8 : Perhitungan Pencapaian Sasaran Misi III Sasaran Strategis ke-1

Indikator Kinerja

Satuan

Realisasi 2017

Target 2018

Hasil 2018

Tercapai / Tidak

Hasil s.d 2018

Target Akhir Renstra

Diklat dan Bimtek penyuluh

kegiatan

7

30

8

X

105

115

Sumber : Kelompok Jabatan Fungsional, Bidang SDPU dan Subbag Umum kepegawaian

Ket: = mencapai target, X = tidak mencapai target, = tidak mencapai target tetapi ada peningkatan dibandingkan kinerja tahun lalu

 

 

Deskripsi Sasaran

Keberhasilan pembangunan pertanian dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia yaitu pelaku usaha tani dan aparat Dinas Pangan dan Pertanian. Sumber daya manusia terdiri dari petugas/aparatur dan petani dan kinerja keduanya memiliki keterikatan yang cukup kuat. Petugas terutama penyuluh merupakan fasilitator bagi petani. Penyuluh bertugas  mengubah perilaku /kebiasaan bertani menjadi lebih baik. Yaitu dengan cara memberikan penyuluhan dan pendampingan dalam penerapan teknologi budidaya, kelembagaan sampai pemasaran produk pertanian. Oleh karena itu kemampuan dan keterampilan penyuluh maupun petani perlu terus ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan, bimbingan teknis dan pembinaan, serta pertemuan dan musyawarah kelompok.

 

 

 

Hasil Tahun 2018

Pada Tahun 2018 ukuran kinerja Misi III sasaran kinerja ke-1 yaitu Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan penyuluh telah ditetapkan sebanyak 1 indikator kinerja yaitu Pendidikan latihan dan bimbingan teknis yang diikuti penyuluh dan ditargetkan sebanyak 30 kegiatan

Realisasi pelaksanaan diklat/bimtek pada Tahun 2018 belum mencapai target kinerja yang telah ditetapkan. Dimana dicapai sebanyak 8 kegiatan yaitu Diklat Dasar Penyuluh untuk CPNS Penyuluh Pertanian. Keterbatasan jumlah diklat yang diikuti oleh para penyuluh pertanian disebabkan terbatasnya kegiatan diklat yang diadakan oleh Kementerian maupun pemerintah daerah.

Hingga akhir Tahun 2018 telah dilaksanakan sebanyak 105 kegiatan pendidikan latihan dan bimbingan teknis, apabila dibandingkan dengan target akhir Renstra yang mencapai 115 Kegiatan maka tidal mencapai target akhir renstra.

Keberhasilan pencapaian kinerja sasaran ini diwujudkan melalui pelaksanaan Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur, Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/Perkebunan Lapangan.

  • Meningkatnya Penerapan Teknologi Pertanian

Tabel 3.9 : Perhitungan Pencapaian Sasaran Misi III Sasaran Strategis ke-2

Indikator Kinerja

Satuan

Realisasi 2017

Target 2018

Hasil 2018

Tercapai / Tidak

Hasil s.d 2018

Target Akhir Renstra

Kelompok Tani yang menerapkan Teknologi Pertanian

Kelompok

737

450

773

2.864

450

Sumber : Kelompok Jabatan Fungsional, Bidang SDPU dan Subbag Umum kepegawaian

Ket: = mencapai target, X = tidak mencapai target, = tidak mencapai target tetapi ada peningkatan dibandingkan kinerja tahun lalu

 

 

 

Deskripsi Sasaran

Aplikasi penggunaan teknologi tidak hanya berkaitan dengan mekanisasi pertanian tetapi termasuk juga di dalamnya teknik budidaya. Penerapan teknologi pertanian dalam usaha budidaya pertanian sangat penting dalam peningkatan produksi pertanian.

 

Hasil Tahun 2018

Pada Tahun 2018 ukuran kinerja Misi III sasaran kinerja ke-2 yaitu Meningkatnya Penerapan Teknologi Pertanian telah ditetapkan sebanyak 1 indikator kinerja yaitu kelompok tani yang menerapkan teknologi pertanian sebanyak 450 Kelompok Tani.

Pencapaian Indikator kinerja tersebut telah melebihi target kinerja yang telah ditetapkan dimana dicapai hasil sebanyak 773 kelompok tani yang menerapkan teknologi pertanian atau tingkat pencapaian target sebesar 171%. Penerapan teknologi dimulai dari teknik budidaya, teknis pra dan pasca panen sampai dengan teknis pengolahan hasil..

Pencapaian target kinerja Tahun 2018 tersebut meningkat dalam jumlah kelompok tani yang menerapkan teknologi pertanian yaitu 36 kelompok tani dibandingkan tahun 2017 sebanyak 737 kelompok tani.  

Semakin banyak pengetahuan dan wawasan yang dimiliki penyuluh diharapkan semakin banyak pula kelompok tani yang mendapatkan penyuluhan mengenai informasi dan teknologi pertanian, dan kelompok tani dapat menerapkannya.

Peningkatan jumlah Kelompok Tani yang menerapkan Teknologi pertanian mencapai target akhir Renstra yang mencapai 450 kelompok tani. Indikator kinerja ini telah jauh melampaui target akhir Renstra.  Dengan berkembangnya teknologi informasi, mendorong kelompok Tani untuk ikut menerapkan teknologi informasi di sektor pertanian. Penerapan teknologi yang selama ini dilakukan mau tidak mau akan bergeser mencakup penggunaan berbagai aplikasi yang memudahkan petani dalam mendapatkan informasi. Informasi mengenai kalender tanam sampai dengan informasi pasar dapat dengan mudah diakses petani melalui media online.

Keberhasilan pencapaian kinerja sasaran ini diwujudkan melalui pelaksanaan Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan, Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/Perkebunan Lapangan, Program Pengembangan Agribisnis dan Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan.

  • Terfasilitasinya Bantuan Untuk Kelompok Tani

Tabel 3.10  Perhitungan Pencapaian Sasaran Misi III Sasaran Strategis ke-3

Indikator Kinerja

Satuan

Realisasi 2017

Target 2018

Hasil 2019

Tercapai / Tidak

Hasil s.d 2019

Target Akhir Renstra

Kelompok Tani / Masyarakat yang mendapat kan sarana dan prasarana pertanian

Kelompok

13

4

42

55

16

Sumber : Bidang Ketahanan Pangan

Ket: = mencapai target, X = tidak mencapai target, = tidak mencapai target tetapi ada peningkatan dibandingkan kinerja tahun lalu

 

Deskripsi Sasaran

Sampai dengan saat ini keterbatasan akses permodalan merupakan suatu kendala dalam sektor pertanian, dinas dapat berperan untuk memfasilitasi akses permodalan bagi petani/kelompok tani. Akses permodalan dalam hal ini bukan hanya permodalan yang berasal dari lembaga keuangan, tetapi juga peluang-peluang jenis bantuan permodalan yang merupakan program pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah melalui kementerian, dinas atau instansi terkait. Bantuan keuangan lain yang diterima oleh kelompok tani adalah dalam bentuk bantuan pembayaran premi asuransi usaha tani padi dan bantuan permodalan dalam dalam pengembangan lumbung pangan.

 

Hasil Tahun 2018

Pada Tahun 2018 ukuran kinerja Misi III sasaran kinerja ke-3 yaitu Terfasilitasinya bantuan untuk kelompok tani, dengan 1 indikator kinerja yaitu Kelompok Tani / Masyarakat yang mendapat bantuan sarana dan prasarana pertanian sebanyak 4 Kelompok Tani/Masyarakat. Indikator kinerja tersebut sudah mencapai target Tahun 2018 yaitu sebanyak 42 kelompok tani.  

Terdapat poktan/gapoktan yang mendapat bantuan sarana dan prasarana berupa kegiatan sektor ketahanan pangan berupa pembuatan lumbung dan modal untuk distribusi dan cadangan beras.

Sasaran target akhir Renstra 2013-2018 sebesar 16 kelompok, dan sudah terpenuhi dengan realisasi sebesar 55 kelompok penerima bantuan.

3.4. Memfasilitasi Pemasaran Produk Pertanian

Tabel 3.11 : Perhitungan Pencapaian Sasaran Misi III Sasaran Strategis ke-4

Indikator Kinerja

Satuan

Realisasi 2017

Target 2018

Hasil 2018

Tercapai/Tidak

Hasil s.d 2018

Target Akhir Renstra

Terlaksananya promosi produk pertanian

Kegiatan

2

2

2

8

8

Sumber : Subbag perencanaan dan pelaporan

Ket: = mencapai target, X = tidak mencapai target, = tidak mencapai target tetapi ada peningkatan dibandingkan kinerja tahun lalu

 

Deskripsi Sasaran

Petani/kelompok tani mengalami keterbatasan dalam mempromosikan hasil produk pertanian ke luar daerah. Dinas dapat berperan untuk memfasilitasi promosi hasil produk dari petani/kelompok tani ke luar daerah dengan cara mengikuti pameran pertanian ke luar daerah membawa hasil pertanian dari petani Purwakarta

 

Hasil Tahun 2018

Pada Tahun 2018 ukuran kinerja Misi III sasaran kinerja ke-4 yaitu memfasilitasi Pemasaran Produk Pertanian telah ditetapkan sebanyak 1 indikator kinerja yaitu Terlaksananya Promosi Produk Pertanian sebanyak 2 Kegiatan.

Indikator kinerja pada Tahun 2018 telah mencapai target kinerja yang telah ditetapkan dimana terlaksana 2 Kegiatan Promosi atau tingkat pencapaian target sebesar 100%. Fasilitasi ini dilakukan oleh Dinas Pangan dan Pertanian dengan keikutsertaan pada pameran di tingkat provinsi yaitu Hari Perkebunan dan Festival Teh. Pada kesempatan tersebut produk-produk dan hasil-hasil olahan pertanian ditampilkan dan sekaligus menjadi media pemasaran produk. Dalam kesempatan itu pun terbuka informasi peluang usaha dan pemasaran berbagai produk pertanian dan olahannya.

Pencapaian Hasil Tahun 2018 dari Indikator Kinerja ini, apabila dibandingkan dengan target akhir Renstra 2013-2018 indikator kinerja ini sudah mencapai target akhir Renstra.

Keberhasilan pencapaian kinerja sasaran ini diwujudkan melalui pelaksanaan Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan.

 

 

 

 

  • Informasi Keuangan Terkait Pencapaian Kinerja
    • Anggaran dan Realisasi Anggaran

Realisasi penyerapan anggaran belanja langsung menurut program dan kegiatan yang sumber anggarannya berasal dari APBD Kabupaten Purwakarta beserta Bantuan APBD Provinsi Jawa Barat dan APBN Dana Alokasi Khusus sebagaimana tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta Tahun Anggaran 2018. Rincian realisasi anggaran tersebut adalah anggaran yang dimanfaatkan atau dialokasikan untuk program dan kegiatan pembangunan pangan dan pertanian tahun 2018.

Dalam upaya pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta mendapat  alokasi anggaran sebesar Rp. 19.985.698.366,- (sembilan belas milyar sembilan ratus delapan puluh lima juta enam ratus sembilan puluh delapan ribu tiga ratus enam puluh enam rupiah) pada Tahun Anggaran 2018. Berdasarkan Laporan Keuangan Dinas Pangan dan Pertanian Tahun Anggaran 2018, anggaran belanja tersebut berasal dari APBD murni Kabupaten Purwakarta, Bantuan APBD Provinsi Jawa Barat  dan  Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pertanian.  

Realisasi anggaran APBD Tahun 2018 adalah sebesar Rp. 18.540.030.036,- (delapan belas milyar lima ratus empat puluh juta tiga puluh ribu tiga puluh enam rupiah) atau sebesar 92,67 % dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 3.12 : Realisasi Anggaran berdasarkan Jenis Belanja

No

Jenis Belanja

Anggaran            (Rp)

Realisasi             (Rp)

                  %

 

BELANJA

19.985.698.366

18.540.030.036

 

 

BELANJA OPERASI

19.824.351.866

18.388.753.036

 

1

Belanja Pegawai

10.112.907.847

9.043.330.203

 

2

Belanja Barang dan Jasa

6.070.244.019

5.730.876.833

 

3

Belanja Hibah

3.641.200.000

3.614.546.000

 
 

BELANJA MODAL

161.346.500

151.277.000

 

1

Belanja Modal Tanah

0

0

 

2

Belanja Peralatan dan Mesin

161.346.500

151.277.000

 

3

Belanja Bangunan dan Gedung

0

0

 

4

Belanja Jalan,irigasi,jaringan

0

0

 

5

Belanja Modal Aset Lainnya

0

0

 

Sumber : Laporan Keuangan Dispangtan Tahun 2018

 

 

3.3.2    Pendapatan

Pada tahun 2018 Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta tidak menetapkan target penerimaan Pendapatan Asli Daerah. Berdasarkan Laporan Keuangan Tahun 2018, terdapat pemasukan untuk pendapatan lainnya (PAD) sebesar Rp. 18.690.000,- (delapan belas juta enam ratus sembilan puluh ribu rupiah). Setoran tersebut merupakan hasil penjualan benih padi produksi UPTD Perbenihan melalui Kegiatan Penangkaran Benih Padi.

3.3.3    Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Pangan dan Pertanian

 

Realisasi penyerapan anggaran belanja langsung menurut program dan kegiatan yang sumber anggarannya berasal dari APBD Kabupaten Purwakarta (termasuk Bantuan APBD Provinsi Jawa Barat dan  Dana Alokasi Khusus) sebagaimana tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta Tahun Anggaran 2018 adalah sebesar 92,77%, yaitu dari target sebesar Rp. 10.974.990.519,- (sepuluh milyar sembilan ratus tujuh puluh empat ribu sembilan ratus sembilan puluh ribu lima ratus sembilan belas rupiah) terealisasi sebesar 10.442.259.833,- (sepuluh milyar empat ratus empat puluh dua ribu dua ratus empat puluh dua ribu delapan ratus tiga puluh tiga rupiah).

Berikut rincian realisasi belanja dari anggaran yang dikelola oleh Dinas Pangan dan Pertanian :

Tabel. 3.13   Realisasi Anggaran Belanja Langsung menurut Program dan Kegiatan Dinas Pangan dan Pertanian Tahun 2018

Uraian Urusan, Organisasi,Program dan Kegiatan

Anggaran (Rp)

Realisasi (Rp)

 

Prosentase (%)

 
 
 

3

4

5

6

 

URUSAN PANGAN

       

Program Peningkatan Ketahanan Pangan

280.000.000

270.710.000

96,68

 

Lomba Cipta Menu Pangan Non Beras

50.000.000

        50.000.000

100,00

 

Hari Pangan Sedunia

50.000.000

        50.000.000

100,00

 

Pengelolaan dan Pembinaan Cadangan Pangan

45.000.000

        41.350.000

91,89

 

Pengelolaan Statistik Pertanian dan Ketahanan Pangan

50.000.000

        48.720.000

97,44

 

Penyusunan Neraca Bahan Makanan

40.000.000

        36.200.000

90,50

 

Pengawasan Keamanan Pangan Segar

45.000.000

        44.440.000

98,76

 

URUSAN PERTANIAN

       

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

912.309.519

    744.338.841

 

81,59

 

Penyediaan jasa surat menyurat

4.000.000

          3.942.000

98,55

 

Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik

148.229.519

      101.816.352

68,69

 

Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional

50.000.000

        23.628.700

47,26

 

Penyediaan jasa kebersihan kantor dan Penjaga Malam

57.000.000

        38.000.000

66,67

 

Penyediaan alat tulis kantor

50.000.000

        49.856.000

99,71

 

Penyediaan barang cetakan dan penggandaan

50.000.000

        45.675.000

91,35

 

Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor

20.000.000

          9.333.000

46,67

 

penyediaan peralatan rumah tangga

30.000.000

        29.193.500

97,31

 

Penyediaan makanan dan minuman

50.000.000

        48.050.000

96,10

 

Rapat-rapat kordinasi dan konsultasi ke luar daerah

50.000.000

        49.944.289

99,89

 

Penyediaan Jasa Tenaga PTT

378.080.000

      324.900.000

85,93

 

Festival Purwakarta Istimewa

25.000.000

        20.000.000

80,00

 
         

Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur

365.000.000

      278.460.592

 

76,29

 

Pengadaan perlengkapan gedung kantor

75.000.000

        66.990.000

89,32

 

Pengadaan Meubeuler

60.000.000

        59.667.000

99,45

 

Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor

75.000.000

        74.583.300

99,44

 

Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional

100.000.000

        69.015.292

69,02

 

Pemeliharaan Sarana Kantor

25.000.000

          8.205.000

32,82

 

Biaya Operasional dan Pemeliharaan Kendaraan Operasional Pangan dan Pertanian

15.000.000

                         –

 

Penyediaan Biaya Sewa Lahan BPP Kecamatan Jatiluhur

15.000.000

                             –

 
         

Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur

50.000.000

42.355.000

84,71

 

Pendidikan dan Pelatihan Formal

50.000.000

        42.355.000

84,71

 
         

Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan

25.000.000

25.000.000

100,00

 

Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar kinerja SKPD

10.000.000

10.000.000

100,00

 

Penyusunan Pelaporan Barang Milik Daerah

15.000.000

15.000.000

100,00

 
         

Program Peningkatan Kesejahteraan Petani

45.000.000

44.842.500

 

99,65

 

Pemberdayaan Kelompok Pengembangan Usaha dan Pengolahan Hasil Pertanian

45.000.000

        44.842.500

99,65

 
         

Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan

25.000.000

24.954.900

 

99,82

 

Expo Agribisnis, Penyebaran Informasi Pertanian/ Perkebunan

25.000.000

24.954.900

99,82

 
         

Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan

50.000.000

        47.750.000

95,50

 

Pengelolaan Alsintan

50.000.000

  47.750.000

95,50

 
         

Program peningkatan produksi pertanian/perkebunan

8.414.181.000

 

8.202.262.500

 

97,48

 

Pengembangan pertanian padi organik

75.000.000

      74.500.000

99,33

 

Perlindungan Tanaman Pangan dan Penanggulangan DPI

50.000.000

       46.293.200

92,59

 

Peningkatan Produktivitas Lahan Perkarangan P2WKSS

75.000.000

        57.803.000

77,07

 

Pengawasan Pupuk Bersubsidi dan Pastisida

50.000.000

   44.500.000

89,00

 

Pengembangan Teknologi  Pasca Panen

50.000.000

        44.600.000

89,20

 

Pendampingan Kegiatan Peningkatan Produksi Tanaman Padi (Jajar Legowo)

50.000.000

      48.500.000

97,00

 

Pelaporan Upaya Khusus Swasembada Padi, Jagung, Kedelai dan Cabai

50.000.000

        43.410.000

86,82

 

Emergency Bencana Alam dan Gangguan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Pangan

50.000.000

        49.520.000

99,04

 

Peningkatan Produksi dan Produktivitas Cabai

50.000.000

      41.796.000

83,59

 

Demplot Budidaya Tanaman Hortikultura

85.000.000

        82.252.000

96,77

 

Penangkaran Benih Padi

50.000.000

        30.414.800

60,83

 

Pembanguan Sarana dan Prasarana Fisik Sub Bidang Pertanian (DAK Fisik Tahun 2018)

5.008.497.000

   4.984.654.500

99,52

 

SLPTT Padi Inbrida Sawah (Luncuran TA 2016 BANPROP 2015)

170.684.000

      162.959.000

95,47

 

Pelatihan Usaha Tani Tanaman Palawija

100.000.000

                        –

 

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (Banprop APBD-P 2018)

1.500.000.000

   1.494.960.000

99,66

 

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier Kecamatan Bojong  (Banprop APBD-P 2018)

200.000.000

      199.220.000

99,61

 

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier Kecamatan Darangdan  (Banprop APBD-P 2018)

200.000.000

      199.260.000

99,63

 

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier Kecamatan Kiarapedes (Banprop APBD-P 2018)

200.000.000

      199.230.000

99,62

 

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier Kecamatan Pasawahan (Banprop APBD-P 2018)

200.000.000

     199.180.000

99,59

 

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier Kecamatan Wanaysa (Banprop APBD-P 2018)

200.000.000

   199.210.000

99,61

 
         

Program pemberdayaan penyuluh pertanian/perkebunan lapangan

708.500.000

 

 

662.083.900

93,45

 

Peningkatan Kinerja THL Penyuluh Pertanian

143.500.000

      143.500.000

100,00

 

Pembinaan dan Supervisi Penyelenggaraan Penyuluhan

50.000.000

        46.159.500

92,32

 

Hari Krida Pertanian

90.000.000

        87.682.800

97,43

 

Pengembangan Pos Penyuluhan Pedesaan (POSLUHDES) (Banprov Tahun 2018)

245.000.000

     225.741.600

92,14

 

Bantuan Operasional Penyuluh (Banprop Tahun 2018)

180.000.000

      159.000.000

88,33

 
         

Program Pengembangan Agribisnis

100.000.000

99.510.000

 

99,51

 

Rehabilitasi Tanaman Cengkeh

50.000.000

      49.960.000

99,92

 

Pengembangan Tanaman Pala

50.000.000

        49.550.000

99,10

 

BAB IV

P E N U T U P

 

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta Tahun 2018 merupakan hasil evaluasi terhadap target kinerja Tahun 2018 sebagaimana tercantum dalam Rencana Kerja Dinas Pangan dan Pertanian Tahun 2018.

Sasaran-sasaran strategis utama seperti pencapaian produksi padi pada tahun 2018 telah memenuhi target yang ditetapkan, sehingga pencapaian pengadaan pangan terutama beras guna memenuhi kebutuhan pangan pokok Kabupaten Purwakarta telah mencukupi. Demikian pula dengan capaian produksi komoditas perkebunan yang menjadi unggulan daerah seperti teh, cengkeh dan pala dapat memenuhi target. Pengembangan  potensi komoditas perkebunan akan terus menjadi konsentrasi dan perhatian untuk tahun mendatang. Beberapa target sasaran dan indikator kinerja belum berhasil memenuhi target dan akan terus diupayakan mencapai target sesuai tertuang dalam Renstra.

Pencapaian sasaran pada tahun 2018  merupakan bukti kinerja Dinas Pangan dan Pertanian. Pencapaian ini merupakan hasil upaya seluruh unsur perangkat daerah dalam mewujudkan kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan.  Evaluasi dalam LAKIP Tahun 2018 menjadi bahan untuk menentukan program dan kegiatan sehingga dapat meningkatkan pencapaian kinerja pada tahun berikutnya .

PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN TAHUN 2018

DINAS PANGAN DAN PERTANIAN

 

NO

SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR KINERJA

TARGET

REALISASI

%

1

Terpenuhinya Ketersediaan Pangan Masyarakat

Ketersediaan Bahan Pangan Beras (Ton)

103.008

170.340,084

165,37

   

Ketersediaan Bahan Pangan Umbi-umbian (Ton)

37.457

32.747

87,42

   

Ketersediaan Bahan Pangan Sayuran dan Buah (Ton)

93.664

174.866,7

186,47

   

Lumbung Pangan yang terbangun (Unit)

12

13

108,3

   

Ketersediaan Energy Protein per kapita (AKP dan AKE)

96

52

54,1

   

Penganekaragaman Konsumsi Pangan  (Skor Pola Pangan Harapan)

82

87,4

106,58

2

Terlaksananya Penanaman/Pengembangan Komoditas Strategis dan Unggulan

Luas Tanam Padi Sawah (Ha)

35.677

42.904

120,26

 

Penanaman Manggis (Pohon)

1.155

303

26,23

   

Penanaman/Rehabilitasi Teh (Ha)

30

75

250

   

Penanaman Cengkeh (Ha)

1,75

20

1.142,8

   

Luas Tanam Ubi Kayu (Ha)

1.610

1.390

86,34

   

Penanaman Pala (Ha)

1,50

20

1.333,3

3

Tercapainya Peningkatan Produksi dan Produktivitas Komoditas Pertanian pangan, hortikultura dan Perkebunan

Produksi Padi (Ton)

226.424

265.699,71

117,35

 

Produksi Palawija (Ton)

133.294

40.609

30,45

 

Produksi Sayuran dan Buah (Ton)

160.927

174.829

108,66

   

Produksi Teh (Ton)

5.164

5.862

113,52

   

Produksi Cengkeh (Ton)

337

485,56

144,08

   

Produksi Pala (Ton)

37

46,78

126,43

   

Produktivitas Padi Sawah (Ku/Ha)

63,85

60,72

95,10

   

Produktivitas Padi Ladang (Ku/Ha)

37,64

45,70

121,41

   

Produktivitas Jagung (Ku/Ha)

53,02

53,60

103,03

   

Produktivitas Ubi Kayu (Ku/Ha)

199,16

197,72

99,28

   

Produktivitas Teh (Kg/Ha)

1.117,22

1.507

129,27

   

Produktivitas Cengkeh (Kg/Ha)

253,29

456

171,46

   

Produktivitas Pala (Ku/Ha)

322,66

546

169,22

4

Meingkatnya Jaringan Irigasi Pertanian

JITUT dan JIDES yang terbangun

30

41

136,6

5

Meningkatnya Pertanian Ramah Lingkungan

Terlaksananya Pertanian Organik (Ha)

50

55

110

6

Meningkatnya Pengetahuan dan Keterampilan Aparatur

Diklat Bimtek yang diikuti Penyuluh (kegiatan)

30

8

1.003

7

Meningkatnya Penerapan Teknologi Pertanian

Kelompok Tani yang menerapkan teknologi pertanian (kelompok)

450

773

171,77

8

Terfasilitasinya akses permodalan pertanian

Kelompok Tani /Masyarakat yang mendapat bantuan modal/keuangan (kelompok)

4

42

1050

9

Terfasilitasinya Pemasaran Produk Pertanian

terlaksananya Promosi Produk Pertanian (kegiatan)

2

2

100